Mbappe Bersinar, Prancis Kalahkan Jerman 2-0 dalam Perebutan Tempat Ketiga Nations League

Senin, 09 Jun 2025, 15:55 WIB

JAKARTA - Kylian Mbappe menjadi pahlawan Prancis dengan mencetak satu gol dan satu assist dalam kemenangan 2-0 atas Jerman pada laga perebutan medali perunggu UEFA Nations League di Stuttgart, Minggu malam. Meski bermain dengan skuad yang banyak berubah, Prancis tetap tampil solid dan efisien, sementara Jerman gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola yang mereka miliki.

Mbappe mencetak gol ke-50-nya untuk tim nasional Prancis tepat sebelum jeda babak pertama. Ia menerima bola yang melambung di atas kepala Joshua Kimmich, mengontrolnya dengan tenang, lalu melepaskan tembakan keras melewati kerumunan pemain di kotak penalti, membawa Prancis unggul 1-0 di akhir babak pertama.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Keunggulan ini datang setelah Jerman menciptakan banyak peluang, termasuk penalti untuk Karim Adeyemi yang kemudian dibatalkan VAR karena dianggap diving, dan tembakan Florian Wirtz yang mengenai tiang.

Di babak kedua, pelatih Jerman Julian Nagelsmann mencoba mengubah dinamika permainan dengan memasukkan Deniz Undav menggantikan Nick Woltemade. Upaya ini sempat membuahkan hasil saat Undav mencetak gol, namun kembali dianulir karena pelanggaran dari Niclas Fuellkrug dalam proses terjadinya gol. Jerman terus menekan dan mendominasi lapangan, tetapi tak mampu menembus pertahanan disiplin Prancis.

Prancis memanfaatkan celah dari tekanan Jerman dengan mengandalkan kecepatan para penyerang mereka. Mbappe kembali menunjukkan kualitasnya saat menyambar kesalahan Robin Koch di garis tengah. Ia membawa bola hingga mendekati gawang dan memberikan umpan matang kepada Michael Olise, yang mencetak gol kedua Prancis enam menit sebelum pertandingan usai. Gol ini memastikan kemenangan tim asuhan Didier Deschamps sekaligus mengamankan tempat ketiga Nations League.

Deschamps sebelumnya menyebut pertandingan ini "bukanlah pertandingan terpenting bagi kami," karena fokus utama Prancis tertuju pada Piala Dunia mendatang. Ia melakukan delapan perubahan dari tim yang kalah di semifinal melawan Spanyol, hanya mempertahankan Mbappe, Adrien Rabiot, dan Mike Maignan sebagai starter. Sementara Nagelsmann juga melakukan rotasi besar dengan empat perubahan, termasuk memasukkan kembali Fuellkrug ke lini depan.

Meski Jerman mencatatkan dua kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak 2023, Nagelsmann masih mendapat waktu untuk menyempurnakan skuadnya. Namun, pertandingan ini kembali menyoroti kerentanan mereka terhadap serangan balik dan kurangnya efektivitas di lini depan.

Pertandingan ini juga menjadi panggung bagi Prancis untuk memamerkan kedalaman skuad mereka dan ketergantungan yang masih besar terhadap kecepatan serta kecerdikan Mbappe. Kemenangan ini menjadi penghibur setelah kegagalan mencapai final, dan mempertegas bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan dominan di sepak bola Eropa saat ini.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.