MPR RI Dorong Pemerintah Tekan Angka Pengangguran

Rabu, 04 Jun 2025, 12:00 WIB

JAKARTA - MPR RI menyoroti ketidaksesuaian antara kebutuhan pasar kerja dan kualitas pencari kerja berpendidikan tinggi. Pemerintah didorong untuk segera mengatasi persoalan tersebut, demi menekan angka pengangguran di Indonesia.

"Upaya untuk mengakhiri ketidaksesuaian antara kebutuhan pasar kerja dan kualitas lulusan perguruan tinggi tidak bisa ditunda lagi. Di tengah perubahan yang terjadi di sejumlah sektor," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (4/6).

Ket. Foto: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat  — Sumber: Humas MPR RI

Politikus Partai NasDem ini juga merespons, data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025. Dalam data BPS menyebutkan, angka pengangguran terbuka nasional mencapai 7,28 juta orang (4,82 persen) dari total angkatan kerja.

"BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka dari lulusan Diploma I mencapai 9 persen, Diploma III sebesar 4,5 persen. Dan lulusan universitas sebanyak 5 persen," ucap dia.

Data tersebut, menurut Lestari, menjadi cerminan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi yang dimiliki lulusan pendidikan tinggi. Yakni, dengan apa yang dibutuhkan oleh industri saat ini.

"Dunia kerja bergerak cepat, sementara sistem dunia pendidikan masih tertinggal dalam menyusun strategi penyesuaian. Dibutuhkan dukungan semua pihak terkait dalam membangun sistem pendidikan yang mampu melahirkan lulusan perguruan tinggi yang berkualitas," ujar dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.