Mengharap Jakarta Jadi Kota Toleran

Selasa, 03 Jun 2025, 01:10 WIB

JAKARTA – Kolaborasi antarumat beragama sangag diperlukan untuk mendukung kota Jakarta menjadi kota yang toleran. Wakil Ketua PWNU Jakarta KH Sulaiman, Senin, mengatakan ajaran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Bapak Pluralisme, masalah toleransi harus melibatkan semua unsur.

“Zaman Gus Dur sering ada pertemuan lintas agama untuk memecahkan masalah. Persoalan toleransi harus melibatkan seluruh unsur,” ucap mantan ajudan Gus Dur itu. Dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 yang dirilis Setara Institute, Jakarta tidak masuk daftar 10 besar kota paling toleran di Indonesia. Sedangkan Salatiga dan Singkawang berada di peringkat atas.

Ket. Foto: Arsip foto - Warga melintasi Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral kembali difungsikan saat peringatan Trihari Suci 2025, Kamis (17/4). — Sumber: ANTARA/Asep Firmansyah

Sulaiman juga mengingatkan jajaran Pemprov Jakarta agar bisa menjalin komunikasi yang lebih baik dengan perwakilan majelis agama, khususnya menyusul pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta. Forum tersebut diharapkan bisa mendukung rasa aman, nyaman dan damai bagi seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang agama, etnis dan kebudayaan.

Dalam perayaan HUT ke-75 Persekutuan Gereja-gereja Indonesia di GKI Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (31/5), Gubernur Jakarta Pramono Anung minta PGI segera menyiapkan nama perwakilan untuk bergabung dalam FKUB.

Rekomendasi perwakilan dari majelis agama, termasuk PGI, sudah dikirimkan ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta. Ketua PGI Wilayah Jakarta Pdt Arliyanus Larosa, MTh menuturkan, daftar nama perwakilan PGI sudah lama diajukan. “Sudah lama nama-nama kami daftarkan,” katanya.

  • Kota Toleran

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.