Merawat Jejak Tambora: Museum NTB Latih Warga Dompu Lestarikan Artefak Kuno

Senin, 02 Jun 2025, 10:15 WIB

KAB. DOMPU - Upaya pelestarian warisan sejarah pasca-letusan dahsyat Gunung Tambora tahun 1815 terus digencarkan. Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) secara aktif menyosialisasikan tata cara perawatan artefak bersejarah kepada masyarakat di Kabupaten Dompu, khususnya di wilayah yang diyakini sebagai lokasi kerajaan-kerajaan terdampak. Fokus utama terletak pada peninggalan-peninggalan yang ditemukan dari peradaban yang tertimbun letusan.

Letusan Tambora dua abad silam tidak hanya memicu perubahan iklim global, tetapi juga melenyapkan Kerajaan Tambora, Kerajaan Pekat, dan Kerajaan Sanggar. Namun, di balik kehancuran, letusan tersebut juga "mengawetkan" jejak-jejak peradaban. Berbagai ekspedisi arkeologi selama bertahun-tahun telah mengungkap sejumlah artefak krusial yang memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat pra-Tambora:

Ket. Foto: Petugas konservator Museum NTB sedang melakukan sosialisasi cara merawat artefak sejarah budaya kepada warga di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Selasa (27/5) lalu. — Sumber: ANTARA
  • Pecahan Keramik dan Tembikar: Indikator kuat adanya jalur perdagangan dan kehidupan masyarakat yang telah mengenal teknologi pembuatan gerabah.
  • Perhiasan dan Alat Rumah Tangga: Menjelaskan pola gaya hidup, tingkat kemajuan teknologi, serta estetika masyarakat kala itu.
  • Sisa Struktur Bangunan dan Permukiman: Memberikan petunjuk berharga mengenai tata kota dan arsitektur kerajaan yang hilang.
  • Tulang Belulang Manusia dan Hewan: Memberikan data vital tentang diet, kesehatan, dan bahkan pola kematian di masa lampau.

Artefak-artefak ini menjadi bukti konkret kejayaan masa lalu dan jembatan penghubung ke peradaban yang sempat lenyap ditelan abu vulkanik.

Ahmad Nuralam, Kepala Museum NTB, menegaskan pentingnya edukasi perawatan artefak kepada masyarakat. "Kami berupaya melakukan sosialisasi tentang perawatan artefak-artefak sejarah, memperlakukan benda-benda tersebut dengan baik, sehingga bisa terawat dan terlestarikan sesuai standar museum," ujar Nuralam di Mataram, Senin (2/6) pagi ini.

Sosialisasi terbaru dilakukan pada 27 Mei 2025 di Kecamatan Pekat, yang diyakini sebagai lokasi bekas Kerajaan Pekat. Nuralam mengungkapkan, "Masyarakat setempat masih menyimpan artefak-artefak yang merupakan warisan sejarah penting."

Dukungan serupa datang dari pemerintah daerah. Nuraini, Camat Pekat, juga menyambut baik inisiatif Museum NTB. "Kami sangat mendukung upaya Museum NTB. Masyarakat di sini, meskipun sebagian besar adalah transmigran, memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur," kata Nuraini. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap sejarah dan identitas lokal mereka.

Upaya kolektif dalam merawat dan melestarikan peninggalan bersejarah dari letusan Gunung Tambora tidak hanya menyelamatkan artefak fisik, tetapi juga menjaga narasi peradaban yang berharga bagi generasi mendatang.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.