Kunci Sukses PSG, Pemain Diberi Kebebasan Jelang Final
Senin, 02 Jun 2025, 07:06 WIBPARIS â Kesuksesan Paris Saint-Germain (PSG) menurut kipper Gianluigi Donnarumma karena pelatih memberi kebebebasan skuad. âSaya puji pelatih Luis Enrique karena telah memberi kebebasan kepada tim sehingga mampu mencetak kemenangan bersejarah 5-0 atas Inter Milan,â ujar Donnarumma.
PSG mengalahkan Inter dalam final Liga Champions di Allianz Arena, Minggu dini hari WIB. Dua dari lima gol itu dicetak oleh Desire Doue, sedangkan tiga lainnya dilesakkan Achraf Hakimi, Khvicha Kvaratskhelia dan Senny Mayulu.
âPelatih memberi kami kebebasan, ketenangan, waktu untuk tinggal di rumah bersama keluarga, karena ketika mempersiapkan pertandingan penting ini, saya pikir semakin banyak Anda memikirkannya di tempat latihan, semakin besar tekanan yang muncul. Ini  filosofinya dan berhasil, saya setuju dengan itu,â kata mantan pemain AC Milan itu dalam laman Football Italia, Minggu.
âKami sangat tenang dan percaya diri, rasanya hampir tidak seperti Final Liga Champions. Saya tahu betapa orang Italia peduli dengan ini, saya tahu besarnya tekad yang mereka berikan dalam situasi ini, tetapi kami bermain dengan sangat sempurna,â tambah dia.
Untuk sebuah final Liga Champions kemenangan Paris Saint-Germain atas Inter Milan sungguh miring alias tidak memperlihatkan final tim-tim pemenang. Terlalu banyak kemenangan 5-0 di final Champions!
PSG mengukir sejarah di Allianz Arena. Untuk pertama kalinya, mereka meraih gelar Liga Champions, trofi yang selama ini menjadi obsesi sejak era kepemilikan Qatar dimulai pada tahun 2011. Di final yang berlangsung Minggu (1/6) dini hari WIB, PSG menang telak5-0 atas Inter Milan. Pelatih Luis Enrique menyebut ini sebagai pencapaian tertinggi klub.
Sebelas gelar Ligue 1 dalam 13 musim terakhir tak cukup memuaskan ambisi PSG. Klub ibu kota Prancis itu terus menanti trofi Liga Champions, simbol supremasi di Eropa, yang selama ini selalu menjauh. Kini penantian itu berakhir dengan cara yang meyakinkan.
âPada hari pertama saya datang ke PSG, berkata bahwa satu-satunya trofi yang hilang di lemari adalah Liga Champions. Kini kami sudah mencentangnya,â ujar Luis Enrique usai laga. Pelatih asal Spanyol itu pernah meraih gelar yang sama bersama Barcelona pada tahun 2015 di Berlin. Kini, sepuluh tahun berselang, dia mengulangi prestasi itu bersama PSG. âTrofi ini sudah di tangan, danakan kami bawa pulang,â ucapnya bangga.
Kemenangan besar ini tak hanya bermakna secara profesional bagi Luis Enrique, tetapi juga emosional. Dia mengenang mendiang putrinya, Xana, yang meninggal dunia akibat kanker pada tahun 2019 saat berusia sembilan tahun.
Setelah peluit panjang berbunyi, suporter PSG membentangkan spanduk bergambar ayah dan anak menancapkan bendera PSG ke tanah. Ini simbol penghormatan yang menggemakan kenangan ketika mereka menancapkan bendera Barcelona di Berlin satu dekade silam.
âItu sangat emosional. Indah sekali melihat suporter memikirkan saya dan keluarga. Tapi saya tak perlu memenangi pertandingan untuk mengingat putri saya. Dia selalu ada bersama saya,â ujarEnrique dengan mata berkaca-kaca.
Dalam pesta lima gol PSG, nama Ousmane Dembele mencuri perhatian. Pemain sayap asal Prancis itu tampil gemilang sepanjang pertandingan dan mendapat pujian khusus dari sang pelatih. âDia luar biasa. Dia pantas meraih Ballon dâOr,â ucap Enrique tegas.
Gagal Total
Sementara PSG berpesta, kubu Inter Milan diliputi duka. Kekalahan telak 0-5 di final menjadi luka mendalam. Pelatih Simone Inzaghi memilih bungkam soal masa depannya setelah pertandingan.
Inter Milan sempat digadang-gadang bakal mengulangi sukses treble winners 2010. Namun semuanya berantakan dalam hitungan pekan. Mereka tersingkir di semifinal Coppa Italia oleh AC Milan. Lalu, kalah bersaing di Serie A dari Napoli, dan kini hancur di final Liga Champions.
âMasih terlalu banyak rasa kecewa dan kepahitan untuk bicara soal masa depan. Akan ada waktunya untuk membicarakannya bersama klub,â ujar Inzaghi. Inzaghi masih terikat kontrak hingga 2026. Sejak mengambil alih Inter pada tahun2021, dia sudah memberikan satu gelar Serie A dan dua Coppa Italia.
Tapi dua kekalahan di final Liga Champions dalam tiga musim membuat posisinya disorot. âKami gagal di laga terpenting, seperti dua tahun lalu,â keluhnya. Inter datang ke final dengan skuad berpengalaman, namun juga menua. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Raja Salman Sampaikan Dukacita atas Gempa di Sejumlah Wilayah Indonesia.
-
Tak Sabar Lihat Aksinya? Ini Formasi Lengkap Paskibraka Indonesia Berdaulat
-
BBTE 2026 Targetkan 200 Buyer dan 100 Seller, Borobudur Jadi Hub Pariwisata Jawa Tengah
-
Destinasi Wisata Baru di Tabanan Hadirkan Kuliner dan Galeri 1.000 Artefak Nusantara
-
Pangdam XVII/Cenderawasih: Perayaan HUT Ke-81 RI di Papua Berlangsung Aman
-
75 Paskibraka Dikukuhkan untuk Upacara HUT ke-81 RI di IKN
-
Telkom Buka Internet Gratis di Lokasi Pengungsian Gempa NTT, Warga Bisa Tetap Terhubung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.