Indonesia Darurat Ekosistem Mangrove, Perlu Segera Direhabilitasi Total
Senin, 02 Jun 2025, 14:52 WIBJAKARTA â Hutan mangrove tiap tahun menguap hampir 20.000 hektare. Ini sebagai darurat dan harus segera direhabilitasi.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mengingatkan urgensi untuk terus menjaga dan melakukan rehabilitasi ekosistem mangrove di Indonesia untuk menghadapi potensi kehilangan luasan hampir 20.000 hektare per tahun.
Dalam Seminar Nasional Hari Lingkungan Hidup 2025 yang diikuti daring dari Jakarta, Senin, Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/BPLH Rasio Ridho Sani mengatakan Indonesia memiliki mangrove seluas 3,44 juta hektare atau 23 persen dari total 14,7 juta hektare mangrove yang ada di dunia.
"Kita setiap tahun kehilangan mangrove kurang lebih 19.501 hektare. Jadi, kita membutuhkan upaya yang sangat serius untuk bisa mengatasi kehilangan mangrove," kata Rasio.
Sebagian besar mangrove Indonesia berada di dalam kawasan hutan, dengan luas 2,7 juta hektare atau sekitar 79,6 persen dari total luasan. Sekitar 701.326 hektare berada di luar kawasan hutan atau areal peruntukan lain.
"Luasan itu perlu dijaga dan ditambah mengingat mangrove menjadi salah satu solusi berbasis alam untuk menangani perubahan iklim," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ekosistem mangrove memiliki kemampuan penyimpanan karbon yang lebih besar dibandingkan hutan terestrial, yang berpotensi juga mendukung perkembangan nilai ekonomi karbon Indonesia.
"Tidak hanya itu, mangrove juga dapat menjadi pelindung alami pesisir, ekowisata, filtrasi untuk meningkatkan kualitas air dan habitat bagi keanekaragaman hayati," katanya.
Rasio menyebutkan beberapa ancaman yang dihadapi ekosistem mangrove Indonesia termasuk alih fungsi lahan, penebangan liar, polusi limbah, polusi plastik, kenaikan permukaan lautan, perubahan pola curah hujan dan peningkatan suhu akibat perubahan iklim, serta belum maksimalnya penegakan hukum dan pengawasan.
Dalam kesempatan tersebut, dia menyoroti pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan tutupan mangrove dalam bentuk kolaborasi antara KLH bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan korporasi.
"Beberapa langkah pendekatan harus kita lakukan berkaitan dengan upaya rehabilitasi mangrove ini," kata Rasio Ridho Sani.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Ditemukan Cadangan Gas Raksasa di Kalimantan Timur, Potensi Tembus 1 Triliun Kaki Kubik
-
Setelah Bercerai, Akhirnya Ridwan Kamil Mengakui….
-
Terbantu Hasil Imbang City, Arsenal Nangkring di Puncak
-
ESDM Perkirakan Produksi Batu Bara 2025 Lebih Rendah dari 790 Juta Ton
-
Romo FX Mudji Sutrisno Berpulang
-
BMKG: Sebagian Jakarta Hari Ini Diperkirakan Hujan pada Pagi dan Siang Hari
-
Komitmen pada Keberlanjutan Lingkungan, Tugu Insurance Menggelar Program Tugu Green Journey
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.