- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tokyo Mengatakan Tiongkok ...
Tokyo Mengatakan Tiongkok Melakukan Penelitian di Perairan ZEE Jepang
Rabu, 28 Mei 2025, 17:23 WIBTOKYO - Jepang  pada hari Selasa (27/5), menuduh Tiongkok melakukan penelitian ilmiah maritim tanpa pemberitahuan di zona ekonomi eksklusifnya di sekitar pulau paling selatan di Samudra Pasifik.Â
Dikutip dari Japan Times, aktivitas yang diduga terjadi pada hari Senin di dekat atol terpencil Okinotori di Laut Filipina, kira-kira di tengah-tengah antara Taiwan dan Guam. Tiongkok mengatakan bahwa itu bukan merupakan sebuah pulau.
"Penjaga pantai Jepang pada hari Senin melihat sebuah kapal survei maritim Tiongkok memasang sesuatu yang tampak seperti kawat ke dalam perairan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, 270 kilometer di timur Pulau Okinotori," kata juru bicara pemerintah Yoshimasa Hayashi kepada wartawan.
"Karena penelitian ilmiah maritim yang dilakukan kapal tersebut belum memperoleh persetujuan Jepang, penjaga pantai menuntut agar aktivitas tersebut dihentikan dan kami mengajukan protes kepada pihak Tiongkok melalui jalur diplomatik," kata Hayashi.
Kapal Tiongkok meninggalkan ZEE sekitar pukul 10.45 malam pada hari Senin, kata Hayashi.
Berdasarkan hukum internasional, negara pantai memiliki hak untuk mengelola sumber daya alam dan kegiatan ekonomi lainnya di ZEE-nya, yang berada dalam jarak 200 mil laut, atau 370 km, dari garis pantainya.
Persetujuan terlebih dahulu diperlukan bagi kapal asing untuk melakukan penelitian ilmiah untuk tujuan non-ekonomi di ZEE negara lain.
Namun Tiongkok mengatakan klaim Jepang tidak sah karena Okinotori, sekitar 1.700 km selatan Tokyo, hanyalah batu karang dan bukan pulau.
Oleh karena itu, berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, wilayah tersebut tidak dapat dianggap sebagai suatu entitas yang di sekitarnya Jepang dapat menetapkan ZEE-nya, demikian pernyataan Beijing.
Klaim Jepang "melanggar hukum internasional", kata kementerian luar negeri Tiongkok pada hari Selasa.
Juru bicara Mao Ning mengatakan kapal penelitian Tiongkok menjalankan "kebebasan di laut lepas" di wilayah tersebut dan Tokyo "tidak punya hak untuk ikut campur".
Negara-negara lain termasuk Taiwan dan Korea Selatan juga membantah klaim Jepang. Pada tahun 2016, Jepang sempat menyita sebuah kapal nelayan Taiwan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Jepang dalam beberapa tahun terakhir telah menginvestasikan jutaan dolar untuk menanam karang di sekitar atol dalam upaya menghentikan erosi oleh laut.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Penyintas Banjir Bandang dan Longsor Batang Anai Antusias Tempati Huntara Danantara
-
Kemenperin: Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Siap Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Kinerja dan Ekspor Terus Menguat
-
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi Mencapai Rp78.000/Gram
-
Tiongkok Gelar Patroli Laut dan Udara di Sekitar Scarborough Shoal, Laut Tiongkok Selatan
-
WhatsApp Makin Menggairahkan dengan Fitur Baru Obrolan Grup
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
Real Madrid Beri Debut Kompetitif untuk Dua Pemain Muda Lolosan Akademi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.