Liverpool Juara, Manchester United Terpuruk: Peta Pemenang dan Pecundang Liga Inggris 2024-2025

Selasa, 27 Mei 2025, 08:30 WIB

MANCHESTER – Musim Liga Inggris 2024-2025 resmi berakhir dengan Liverpool merayakan gelar juara ke-20 mereka di Anfield, Senin (26/5) dini hari WIB. Namun di balik pesta “The Reds”, sejumlah klub harus menelan pil pahit di musim yang penuh dinamika.

Berikut rangkuman para pemenang dan pecundang musim ini:

Ket. Foto: Liverpool, juara Liga Inggris musim 2024-2025. — Sumber: AFP

Para Pemenang

Liverpool – Juara yang Mengguncang Dunia

Di musim pertama tanpa Jurgen Klopp, Liverpool justru tampil dominan di bawah Arne Slot. Gelar liga ke-20 mereka – menyamai rekor Manchester United – dikunci dengan empat laga tersisa. Mohamed Salah menjadi bintang utama, memuncaki daftar pencetak gol dan pemberi assist.

Slot sudah memulai proyek lanjutan. Meskipun kehilangan Trent Alexander-Arnold, Liverpool dikabarkan hampir mengamankan jasa Jeremie Frimpong dan Florian Wirtz dari Leverkusen, serta Milos Kerkez dari Bournemouth.

Newcastle United – Trofi Perdana Setelah 56 Tahun

Meski kalah 0-1 dari Everton di laga pamungkas, Newcastle finis di posisi kelima dan kembali ke Liga Champions. Yang lebih bersejarah, tim asuhan Eddie Howe menjuarai Piala Liga setelah menundukkan Liverpool 2-1 di Wembley, lewat gol kemenangan Alexander Isak – pencetak gol terbanyak kedua liga setelah Salah.

Crystal Palace – Akhir Penantian 119 Tahun

Palace mengakhiri musim dengan manis setelah mengalahkan Manchester City di final Piala FA, meraih trofi pertama dalam sejarah 119 tahun klub itu. Meski sempat hanya menang sekali dalam 13 laga awal, tim asuhan Oliver Glasner bangkit dan mencatat rekor poin tertinggi sepanjang masa klub (53 poin), finis di urutan ke-12.

Para Pecundang

Manchester City – Musim Tanpa Trofi

Setelah empat gelar liga beruntun, ekspektasi terhadap City tetap tinggi. Namun cedera Rodri dan performa buruk saat musim dingin (hanya menang sekali dalam 13 laga antara Oktober-Desember) menjatuhkan mereka ke peringkat ketiga. Kekalahan di final Piala FA membuat musim ini menjadi yang pertama tanpa trofi sejak musim debut Guardiola di Inggris.

Manchester United – Titik Terendah Sejak 1974

Finis di posisi ke-15 dan gagal lolos ke kompetisi Eropa untuk kedua kalinya dalam 35 tahun membuat musim ini jadi mimpi buruk bagi Manchester United. Ruben Amorim, yang menggantikan Erik ten Hag sejak Oktober, meminta maaf kepada suporter setelah hanya meraih tujuh kemenangan dari 27 laga Liga Inggris.

Kekalahan dari Tottenham di final Liga Europa membuat MU gagal merebut tiket Liga Champions dan kehilangan potensi pemasukan sekitar 100 juta pound (2 triliun rupiah), yang bisa berdampak besar pada rencana transfer musim panas.

Leicester, Ipswich, Southampton – Promosi Cepat, Degradasi Lebih Cepat

Tiga tim promosi musim ini langsung kembali ke Championship, mencetak rekor poin gabungan terendah dalam sejarah Premier League (59 poin). Fenomena ini juga terjadi musim sebelumnya, mencerminkan kesenjangan yang semakin besar antara kasta pertama dan kedua sepak bola Inggris.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.