Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

Minggu, 23 Agu 2026, 04:27 WIB

KULON PROGO - Kelompok tani di Lumbung Mataraman Bulak Peni, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar panen melon sebagai langkah memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus menarik minat petani milenial.

​Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di Kulon Progo, Sabtu, mengapresiasi kualitas panen melon yang dibudidayakan kawasan tersebut karena menunjukkan kecukupan nutrisi tanaman yang optimal.

Ket. Foto: Bupati Kulon Progo Agung Setyawan panen melon di Lumbung Mataraman Bulak Peni. — Sumber: Antara foto/HO-Humas Pemkab Kulon Progo

​"Kematangannya sudah sangat bagus, jaring (net) pada kulit buah terbentuk merata. Ini menunjukkan nutrisi yang diberikan cukup dan seimbang," kata Agung saat menghadiri kegiatan panen.

​Agung mendorong agar pengelolaan pertanian di Bulak Peni terus mengarah pada konsep ramah lingkungan dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia sintetis. Selain itu, kawasan ini berpotensi diintegrasikan ke dalam ekosistem ekonomi lokal dan pariwisata.

​"Pemerintah daerah berkomitmen mendukung keberlanjutan Lumbung Mataraman Bulak Peni yang dipercaya menerima penguatan program secara berkelanjutan agar mampu melahirkan regenerasi petani di Kulon Progo," katanya.

​Pada kesempatan yang sama, perwakilan Paniradya Kaistimewan DIY Johanes menyampaikan bahwa program yang dimulai sejak 2025 ini mencatatkan perkembangan positif dalam meningkatkan perekonomian pengelola.

​Pada 2026, kawasan tersebut kembali menerima alokasi dana revitalisasi sebesar Rp500 juta, setelah sebelumnya memperoleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp600 juta pada 2025.

​"Dukungan ini diharapkan menjadi penguatan baru, khususnya bagi petani milenial, agar semakin berkembang dan memperoleh manfaat secara ekonomi maupun teknis pertanian," kata Johanes.

​Lurah Giripeni Iswanto Adi Saputro menjelaskan alokasi anggaran yang diterima dimanfaatkan untuk pembangunan kebun bibit desa, fasilitas greenhouse melon, serta budidaya bawang merah, cabai, dan komoditas hortikultura lainnya.

​Sistem pengelolaan di Lumbung Mataraman Bulak Peni menerapkan skema dana bergulir. Petani memperoleh bantuan modal budidaya dan mengembalikannya pascapanen untuk disalurkan kembali kepada pengelola berikutnya.

​Saat ini, kawasan lahan inti-plasma seluas 3,5 hektare tersebut dikelola oleh 19 petani. Kawasan ini juga disiapkan sebagai destinasi wisata edukasi pertanian yang terintegrasi dengan desa budaya dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

Berita Terbaru

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.