Investasi Asing untuk Rusun di IKN Capai Rp12,3 Triliun, Bukti Kepercayaan Global

Selasa, 27 Mei 2025, 06:24 WIB

KALIMANTAN TIMUR - Investasi asing sektor pembangunan hunian berupa rumah susun (rusun) Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) telah masuk mencapai sekitar 12,3 triliun rupiah.

“Partisipasi aktif investor internasional ini jadi tanda kepercayaan global,” ujar Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono saat ditanya mengenai perkembangan investasi pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, kemarin.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Menurut dia, potensi ­pembangunan infrastruktur di Indonesia serta efektivitas skema KPBU menjadi sebuah model pembiayaan alternatif yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Masuknya konsorsium negara-negara mitra bukti nyata kepercayaan dunia internasional terhadap pembangunan IKN,” ujarnya.

Dia mengatakan, gambaran tersebut menunjukkan bahwa strategi pembiayaan pembangunan melalui skema KPBU telah mendapatkan respons positif dari pasar global.

Saat ini kembali masuk konsorsium investor dari Amerika Serikat dan Korea Selatan, jelas dia, turut bergabung sebagai pemrakarsa proyek KPBU untuk pembangunan rumah susun di IKN.

Korea Selatan konsorsium yang terdiri dari Samsung C&T dan PT Brantas Abipraya, bakal melakukan pembangunan 21 menara (tower) rumah susun dengan perkiraan nilai investasi sekitar 6,3 triliun rupiah.

Kemudian konsorsium asal Amerika Serikat, yang terdiri dari PJ-IC International, Bee-Invest, Ozturk Holdings, dan Promec Joint Venture, bersama dengan mitra dari Brunei, Turki, dan Spanyol.

“Estimasi nilai investasi konsorsium itu kisaran 6 triliun rupiah untuk pembangunan 20 tower rumah susun,” demikian Agung Wicaksono.

Sebelumnya, Otorita IKN juga mengungkapkan bahwa investasi yang telah berjalan di IKN hingga April 2025 mencapai sekitar 62,08 triliun rupiah.

“Tercatat sampai April ,2025, ada 42 perusahaan jalankan investasi di IKN dengan nilai capai Rp62,08 triliun,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Kamis lalu.

Pada 21 Mei 2025 investasi di IKN bertambah lebih kurang 3,65 triliun rupiah, lanjut dia, karena ada enam penanam modal lagi menandatangani kerja sama dari sektor kuliner, perhotelan, pendidikan, ritel, konstruksi, hingga properti komersial dan residensial.

Perusahaan tersebut antara lain, PT Solusi Harapan Nusantara membangun pusat kuliner di atas lahan sekitar 1.800 meter persegi, PT Makmur Berkah Hotel (MBH) menghadirkan hotel bintang lima di bawah jaringan Marriott International di atas lahan kisaran 2,04 hektare.

Kemudian PT Australia Independent School (AIS) Nusantara membangun sekolah kapasitas 750 siswa dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) di lahan seluas sekitar 7.900 meter persegi, dengan luas bangunan yang direncanakan mencapai 10.000 meter persegi.

Berikutnya, PT Maxi Nusantara Raya membangun supermarket modern lengkap dengan area kuliner Food & Beverage di atas lahan kisaran 0,21 hektare, dan ada juga PT Kreasibeton Nusapersada mengembangkan apartemen, perkantoran swasta, dan supermarket di lahan sekitar 9.342 meter persegi. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.