Simic Resmi Berpisah dengan Persija: Delapan Tahun, Empat Trofi, dan Kenangan Abadi

Minggu, 25 Mei 2025, 12:37 WIB

JAKARTA – Akhir musim 2024/2025 menjadi titik akhir perjalanan Marko Simic bersama Persija Jakarta. Striker legendaris asal Kroasia itu memainkan laga terakhirnya bersama Macan Kemayoran di Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (23/5), sekaligus menutup lembaran indah karirnya selama hampir delapan tahun di ibu kota.

Simic pertama kali mendarat di Indonesia pada awal musim 2018. Liga 1 musim itu menjadi panggung debutnya, dan sejak saat itu namanya melekat erat dengan kebangkitan Persija. Dalam kurun waktu singkat, ia menjelma menjadi ikon klub dan idola suporter.

Ket. Foto: Marko Simic — Sumber: Persija

Empat gelar berhasil ia persembahkan untuk Persija: Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, Boost Fix Super Cup 2018, dan Piala Menpora 2021. Tak hanya kolektif, Simic juga bersinar secara individu dengan torehan top skor di Piala Presiden 2018, Liga 1 2019, dan Piala Gubernur Jatim 2020.

Rentetan gol yang ia cetak menjadi hiburan tersendiri bagi Jakmania. “Saya sangat bangga dengan semua yang saya miliki di sini, terutama dukungannya,” ujar Simic usai laga perpisahannya. “Saya ingin berterima kasih kepada semua—ofisial, rekan setim, suporter, dan jurnalis. Ini adalah perjalanan yang panjang dan indah. Saya berharap bisa melihat kalian lagi.”

Meski telah mengucap salam perpisahan, Simic memastikan bahwa kariernya di lapangan hijau belum usai. “Tidak mudah bagi saya melanjutkan setelah keluar dari Persija. Klub ini sangat penting dalam karier saya. Hampir delapan tahun saya di sini, dan tentu akan sulit mengganti tempat serta mengenakan seragam lain,” ungkapnya.

Simic juga menitipkan harapan untuk klub yang telah membesarkan namanya. “Yang paling penting untuk klub ini dan para pendukungnya adalah memiliki stadion kandang tetap. Tempat yang bisa digunakan setiap pekan, di mana kalian tahu akan kembali ke JIS,” katanya. “Saya akan terus mendoakan yang terbaik karena Persija layak mendapatkan yang terbaik. Klub ini punya potensi luar biasa di setiap lini jika berbicara soal sepak bola Indonesia.”

Kepergian Simic menandai akhir era bagi Persija, namun jejaknya akan selalu abadi dalam sejarah klub. Super Simic telah pamit, tapi namanya akan terus hidup di hati Jakmania.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.