Kementerian Lingkungan Hidup Targetkan Bentuk 800 Desa Mandiri Peduli Gambut
Minggu, 25 Mei 2025, 18:55 WIBSUMSEL - Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menargetkan membentuk sebanyak 800 Desa Mandiri Peduli Gambut pada tahun 2025 ini guna menjaga ekosistem lahan gambut di Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan kerja ke Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (25/5), mengatakan terdapat sekitar 1.500 desa yang memiliki lahan gambut di luar kawasan hutan, dengan rincian 800 desa yang berada di luar area lahan konsesi dan sisanya berada dalam area lahan konsesi.
âNantinya 800 desa ini menjadi tugas saya dan kepala daerah yang memiliki lahan gambut di seluruh Indonesia bersama-sama membangun Desa Mandiri Peduli Gambut, dan sisanya akan dibangun oleh perusahaan pemegang lahan konsesi,â katanya.
Ia menjelaskan program Desa Mandiri Peduli Gambut adalah upaya pemulihan ekosistem gambut berbasis masyarakat, mendorong pemberdayaan ekonomi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gambut.
âUntuk anggaran dari program Desa Mandiri Peduli ini akan berasal dari Kementerian LH, dan juga perusahaan,â jelasnya.
Program itu juga menjadi salah satu langkah preventif dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
âProgram Desa Mandiri Peduli Gambut ini juga menjadi salah satu langkah preventif dalam penanggulangan karhutla,â ujarnya.
Hanif mengatakan Indonesia memiliki lahan gambut seluas 13,43 juta hektare, dengan kawasan hidrologis gambut sekitar 24,66 juta hektare.
âLahan gambut di Indonesia menduduki posisi kedua terbesar dunia. Maka dari itu, lahan gambut perlu dijaga untuk keberlangsungan hidup umat manusia,â kata dia.
- Kementerian Lingkungan Hidup
- Desa Mandiri Peduli Gambut
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Laporan Jobstreet by SEEK: Indonesia Jadi Negara Pekerja Paling Bahagia di Asia Pasifik
-
Dirut Bank Banten: Media Punya Peran Penting Bangun Kepercayaan Publik
-
Picu Kerusakan DAS hingga akibatkan Banjir, Kementerian Lingkungan Hidup Minta Pemkab Bogor Cabut Persetujuan Lingkungan 8 Usaha di Puncak
-
Lindungi Pusat Keanekaragaman Hayati Dunia, Menteri LH Tindak Tegas Tambang Nikel di Raja Ampat
-
Aneh, Raja Ampat Rumah bagi 75% Spesies Karang Dunia dan Ribuan Spesies Endemik tapi kok ada Tambang ?
-
Mudik Gratis Kejagung 2026: 15 Bus Meluncur ke Jalur Favorit Jawa dan Lampung
-
Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan, KPK Periksa Peran Bupati Pati Sudewo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.