Laporan Jobstreet by SEEK: Indonesia Jadi Negara Pekerja Paling Bahagia di Asia Pasifik
Selasa, 03 Feb 2026, 17:00 WIBJAKARTA - Jobstreet by SEEK merilis laporan eksklusif bertajuk Workplace Happiness Index yang memetakan tingkat kebahagiaan pekerja di kawasan Asia Pasifik. Survei dilakukan oleh lembaga riset Nature pada Oktober hingga November 2025 terhadap sekitar 1.000 responden usia 18â64 tahun di Indonesia.
Hasilnya, Indonesia keluar sebagai pemimpin kebahagiaan kerja di Asia Pasifik. Sebanyak 82% responden mengaku cukup atau sangat bahagia di tempat kerja, unggul jauh dibanding Hong Kong (47%), Singapura (56%), dan Australia (57%).
Selain itu, 86% pekerja Indonesia merasa dihargai oleh perusahaan. Sebanyak 75% lainnya menyebut pekerjaan mereka memberi kepuasan batin atau rasa bermakna.
Meski gaji masih jadi faktor utama bagi 54% responden, data menunjukkan kebahagiaan tidak semata soal nominal. Work-life balance dan tujuan kerja justru menjadi motor utama kepuasan jangka panjang.
Rekan kerja atau tim menjadi faktor paling membahagiakan dengan skor 77%. Disusul lokasi tempat kerja sebesar 76% dan tujuan kerja sebesar 75%.
Namun, laporan ini juga menyoroti sisi gelap dunia kerja. Sebanyak 44% pekerja mengaku mengalami stres, sementara 56% merasa terbebani oleh tuntutan pekerjaan.
Faktor kepemimpinan senior menjadi penentu penting, tetapi tingkat kepuasan baru mencapai 64%. Hal ini menandakan masih adanya gap komunikasi dan transparansi di banyak organisasi.
Acting Managing Director Jobstreet by SEEK Indonesia Wisnu Dharmawan menegaskan kebahagiaan kerja tidak bisa dibangun hanya dengan gaji tinggi. Menurutnya, makna kerja dan keseimbangan hidup menjadi kunci utama.
"Gaji yang kompetitif memang penting, tetapi kebahagiaan jangka panjang tercipta saat karyawan merasa pekerjaannya bermakna dan memiliki waktu untuk hidup di luar kantor," kata Wisnu.
Ia menambahkan peran pemimpin sangat krusial dalam membangun komunikasi terbuka. Pengakuan atas kontribusi karyawan dinilai mampu menjaga motivasi dan loyalitas.
Laporan ini juga mengungkap adanya happiness gap antar generasi. Gen X tercatat sebagai kelompok paling bahagia dengan skor 85%, disusul Milenial sebesar 84%.
Sebaliknya, Gen Z berada di posisi terbawah dengan tingkat kebahagiaan 76%. Kelompok ini dinilai kerap merasa kurang dihargai dan sulit menemukan keterkaitan antara tugas harian dan tujuan besar perusahaan.
Dari sisi sektor industri, Teknologi menjadi yang paling unggul dengan tingkat kebahagiaan mencapai 93%. Rasa bangga terhadap tempat kerja dan kejelasan arah karier menjadi faktor dominan.
Berdasarkan wilayah, Jabodetabek mencatat skor tertinggi sebesar 87%. Wilayah Barat Indonesia berada di posisi terendah dengan angka 75%, dipengaruhi faktor pendapatan dan akses fasilitas kerja.
Di balik capaian ini, ancaman baru ikut muncul. Sebanyak 42% pekerja merasa kecerdasan buatan atau AI berpotensi mengancam keamanan pekerjaan mereka, terutama di sektor Teknologi.
Selain itu, 43% responden mengaku mengalami kelelahan mental atau burnout. Bahkan, 40% pekerja yang merasa bahagia ternyata tetap mengalami kelelahan tersembunyi.
Wisnu menyebut kondisi ini sebagai alarm bagi perusahaan. Menurutnya, kebahagiaan yang berkelanjutan hanya bisa tercapai jika target bisnis seimbang dengan kesehatan mental karyawan.
"Indonesia memang memimpin indeks kebahagiaan kerja, tetapi burnout dan kecemasan terhadap AI tidak boleh diabaikan. Perusahaan harus bertindak proaktif," ujarnya.
Jobstreet by SEEK mendorong perusahaan fokus pada tiga strategi utama. Strategi tersebut meliputi membangun makna kerja, memberikan fleksibilitas hidup, dan memahami kebutuhan lintas generasi.
Perusahaan juga didorong membuka ruang dialog dua arah yang lebih sehat. Lingkungan kerja yang inklusif dinilai menjadi kunci agar talenta terbaik tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.
Dengan kombinasi budaya kerja positif dan kebijakan yang adaptif, Indonesia berpeluang mempertahankan posisinya sebagai pasar tenaga kerja paling bahagia di Asia Pasifik. Tantangannya kini bukan sekadar menjaga angka, tetapi memastikan kebahagiaan itu benar-benar berkelanjutan.
- Ketenagakerjaan
- Ekonomi Digital
- pekerja
- Gen Z
- Dunia Kerja Indonesia
- Jobstreet by Seek
- Kebahagiaan Kerja
- Workplace Happiness Index
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Menlu Sugiono Hubungi Menlu Iran, Tawarkan Lagi Kesiapan Indonesia Tengahi Konflik
-
Gubernur DKI Jamin Nasib P3K Tetap Stabil, Sambil Tunggu Arahan Pusat Soal Aturan WFH
-
PLN UID Jakarta Raya Layani 1.100 Pelanggan Lewat Pasang Baru dan Tambah Daya
-
Turun Lagi! Nilai Tukar Petani NTT Februari 2026 Melemah ke 100,92
-
OTT Bupati Cilacap, KPK Bawa 13 Orang ke Jakarta
-
Kali Cipinang Meluap, 19 RW Terendam
-
Bezzecchi Juara MotoGP Brasil, Catat Rekor Empat Kemenangan Beruntun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.