Dinkes Banten Klaim Tindaklanjuti Temuan BPK soal Makanan dan Minuman RSUD

Jumat, 23 Mei 2025, 09:50 WIB

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mengklaim sudah menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengadaan makanan dan minuman (mamin) serta bahan habis pakai (BHP) RSUD Cilograng dan RSUD Labuan yang dilakukan sebelum rumah sakit tersebut beroperasi.

Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti di Kota Serang, Kamis menyampaikan kelebihan bayar sebesar Rp251,7 juta yang diidentifikasi oleh BPK sebagai selisih antara harga kontrak dengan harga pasar telah dikembalikan oleh penyedia, bahkan sebelum Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) resmi diterbitkan.

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, Terkait temuan BPK soal anggaran makanan-minuman di RSUD, Dinas Kesehatan Banten mengklaim telah melakukan perbaikan dan penyesuaian sesuai rekomendasi. — Sumber: Antara Foto

“Ya, ada kelebihan pembayaran dari penyedia sebesar Rp251 juta. Itu sudah ditindaklanjuti saat Nota Hasil Pemeriksaan (NHP), bahkan sebelum LHP keluar,” kata Ati.

Sebelumnya, dalam laporan pemeriksaannya, BPK mencatat bahwa pengadaan makanan dan minuman senilai Rp1,89 miliar dilakukan melalui dua penyedia, yakni CV DPS dan CV PBS, meskipun rumah sakit belum menerima pasien karena belum beroperasi. Pengadaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada tahun anggaran 2024.

Laporan BPK juga menyoroti pengadaan produk dengan masa kedaluwarsa dekat, termasuk susu UHT yang tercatat akan kedaluwarsa pada Juni 2025. Menanggapi hal ini, Ati menyebutkan bahwa penggantian produk yang mendekati kedaluwarsa telah dilakukan oleh penyedia, sesuai dengan arahan BPK.

“Dua jenis produk yang hampir kadaluarsa sudah diganti di minggu kedua dan ketiga Mei 2025, sesuai arahan BPK,” tegasnya.

BPK juga mencatat adanya penyimpangan dalam pencatatan anggaran, di mana belanja makanan dan minuman tersebut dimasukkan ke dalam pos Belanja Barang Habis Pakai, meski tidak ada kegiatan layanan medis karena rumah sakit belum beroperasi.

Menanggapi hal itu, Ati menjelaskan bahwa rencana pengoperasian rumah sakit sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024, sehingga pengadaan direncanakan untuk mendukung rencana tersebut.

 Dinkes Banten juga sempat menyiapkan kegiatan bakti sosial dengan dukungan tenaga medis sementara dari RSUD Banten dan RSUD Malimping.

“Pengadaan dilakukan karena pada saat itu ada rencana operasional. Kegiatan bakti sosial pun sudah dilakukan sejak Agustus. Jadi ini bukan tanpa dasar,” ujar Ati.

Ia menambahkan bahwa jenis makanan yang dibeli adalah makanan kering dengan masa kedaluwarsa panjang, yakni hingga Februari 2026. Pengadaan itu, menurut Ati, disiapkan sebagai bagian dari persiapan operasional dan pelayanan sosial kepada masyarakat.

“Tahun ini kami tidak menganggarkan lagi makanan kering karena sudah dilakukan pada 2024,” kata Ati.

Dinas Kesehatan juga memastikan akan terus mengikuti semua rekomendasi BPK dan siap melakukan perbaikan tata kelola anggaran agar tidak terjadi lagi temuan serupa di masa mendatang.

“Kalau ada perjanjian bahwa makanan mendekati kadaluarsa harus diganti, maka penyedia wajib mengganti. Itu sudah dijalankan,” pungkas Ati Pramudji Hastuti.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.