Vaksin TBC Bill Gates Diuji Coba di Indonesia, Pakar Unair: Vaksin Aman

Selasa, 20 Mei 2025, 22:20 WIB

JAKARTA - Vaksin Tuberkulosis (TBC) yang didanai Bill Gates diuji coba di Indonesia dan sudah memasuki uji klinis tahap ketiga. Pakar Imunologi dan Virologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR), Fedik Abdul Rantam menyebut vaksin itu dianggap sudah cukup aman.

Fedik menyebut bahwa pengembang vaksin tersebut merupakan salah satu perusahaan vaksin terkemuka dari Amerika yang mendapat pendanaan dari Bill Gates. Pemilihan Indonesia sebagai target lokasi uji coba sendiri didasari adanya fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia.

Ket. Foto: Pakar Imunologi dan Virologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR), Fedik Abdul Rantam — Sumber: Istimewa

"Vaksin ini berasal dari protein tertentu yang diambil dari dua macam bakteri penyebab TBC yaitu Mycobacterium yang digabungkan. Tidak semua protein dapat diambil untuk digunakan sebagai vaksin, namun hanya protein tertentu yang dapat menginduksi antibodi sehingga vaksin ini disebut vaksin sub unit," ujar Fedik, dalam keterangan resminya, Selasa (20/5).

Dia menerangkan, secara efek samping, vaksin sub unit akan relatif lebih minim. Protein yang digunakan dalam vaksin bernama M72 itu berasal dari Mycobacterium tuberculosis dengan antigen MTB 32A dan MTB 39A yang mana dikombinasikan dengan adjuvant sehingga vaksin sub unit itu tergolong aman digunakan. 

"Supaya efek menginduksi antibodi menjadi lebih kuat, maka vaksin ini diberi tambahan adjuvant berupa zat yang berguna untuk memperkuat respon imun tubuh terhadap infeksi TBC. Adjuvant yang digunakan bernama AS01E yang berasal dari purifikasi dari lemak dan QS21 yang merupakan purifikasi dari tanaman Quilla saponaria dari Chile," jelasnya.

Secara keamanan vaksin, Fedik menilai bahwa uji coba vaksin ini relatif aman. Apalagi sudah melewati dua kali uji klinis sehingga keamanannya tidak perlu diragukan lagi.

Uji coba vaksin harus dilakukan pada target yang tidak terinfeksi TBC agar hasil reaksi yang ditunjukkan oleh tubuh tidak bias. Vaksin yang baik seharusnya tidak memiliki efek samping yang muncul.

"Namun seberapa jauh efek yang ditimbulkan? apabila efeknya minimal seperti pusing, mual dan muntah dan dalam persentase minim maka seharusnya aman saja. Apabila terdapat kasus luar biasa seperti kematian atau masalah kesehatan serius tentunya proses uji coba harus segera dihentikan," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.