Cak Imin ke Vatikan: Simbol Pluralisme Indonesia di Pelantikan Paus Leo XIV

Sabtu, 17 Mei 2025, 10:30 WIB

JAKARTA - Penunjukan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai perwakilan Indonesia dalam pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan, Minggu (18/5) waktu setempat, menuai apresiasi. Langkah ini dinilai tepat sebagai simbol keberagaman dan upaya mempererat hubungan Indonesia-Vatikan.

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengambil keputusan yang bijak dengan menunjuk Cak Imin. "Komisi I mengapresiasi Presiden RI Prabowo yang telah menunjuk Cak Imin sebagai perwakilan Indonesia dalam pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan," ujarnya dalam siaran pers, pada Sabtu (18/5) hari ini.

Ket. Foto: Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengambil keputusan yang bijak dengan menunjuk Cak Imin. — Sumber: ANTARA/yds

Kang Oleh, sapaan akrabnya, menekankan bahwa Cak Imin, sebagai cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), memiliki karakter rahmatan lil alamin yang menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme. Latar belakang ini menjadikannya figur yang tepat untuk mewakili Indonesia dalam acara sakral tersebut.

"Cak Imin merupakan lambang muslim Indonesia yang sangat menghargai keberagamaan dan nilai-nilai pluralisme," tambahnya.

Selama ini, Cak Imin juga dikenal dekat dengan para pemuka agama di Indonesia. Kehadirannya di Vatikan diharapkan dapat memperkuat hubungan baik antara Indonesia dan Vatikan yang telah terjalin lama. "Persaudaraan antara Indonesia dan Vatikan yang sudah berjalan cukup lama ini harus terus dijaga dan dikuatkan," tegas Kang Oleh.

Penunjukan Cak Imin ini juga mendapat tanggapan positif dari Dr. Ahmad Suaedy, seorang pengamat politik Islam dan pluralisme. Menurutnya, langkah ini menunjukkan pemahaman Presiden Prabowo terhadap pentingnya representasi yang inklusif.

"Cak Imin, dengan latar belakang NU, merepresentasikan mayoritas muslim Indonesia yang moderat dan toleran. Ini pesan yang sangat kuat bagi dunia internasional," jelasnya saat dihubungi Koran Jakarta.

Selanjutnya, Rommy Fibri Hardiyanto, seorang pengamat hubungan internasional, juga menilai penunjukan Cak Imin sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi Indonesia dengan Vatikan. "Vatikan memiliki peran penting dalam diplomasi global, terutama dalam isu-isu kemanusiaan. Kehadiran Cak Imin diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas antara Indonesia dan Vatikan," paparnya.

Cak Imin sendiri menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas ini. "Malam ini saya bertolak menuju Vatikan untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV pada hari Minggu," ujarnya sebelum keberangkatan. Ia juga memastikan bahwa kehadirannya akan tepat waktu untuk mengikuti misa pelantikan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Paus Leo XIV, yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Francis Prevost, akan menerima dua benda simbolis sebagai bagian dari tradisi pelantikan. Misa ini dijadwalkan dihadiri oleh keluarga kerajaan, pemimpin dunia, dan umat Katolik dari berbagai negara. Ia menjadi Paus pertama asal Amerika Serikat dan merupakan Paus Ke-267 dalam sejarah Gereja Katolik Roma.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.