Guru Diajak Peka Terhadap Kesehatan Penglihatan Siswa
Jumat, 16 Mei 2025, 20:35 WIBJAKARTA â Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei lalu, Hoya Lens Indonesia memperkenalkan konsep terbaru Vision Friendly School yang terintegrasi dalam program MiYosmart Goes to School. Hal ini sebagai upaya mendorong sekolah lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mata siswa.
Sekolah Lentera Indonesia di Jakarta Selatan menjadi institusi pendidikan pertama yang menerapkan konsep ini. Dalam kegiatan ini, para guru mendapatkan pelatihan untuk mengenali gejala awal gangguan penglihatan pada muridnya, terutama miopia (rabun jauh atau mata minus) serta melakukan skrining awal kepada murid.
Pemeriksaan mata gratis juga diberikan kepada lebih dari 350 siswa SD dan SMP, bekerja sama dengan merek optik lokal One O One O yewear (Instagram: @one.o.one.o). Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen siswa terdeteksi mengalami miopia, dan sekitar 26 persen diantaranya terdeteksi mengalami miopia tingkat sedang hingga tinggi.
Kondisi miopia tersebut jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan tepat dapat berdampak serius pada konsentrasi belajar, prestasi akademik, hingga risiko gangguan penglihatan permanen di kemudian hari.
âProgram ini membuka wawasan kami bahwa guru memiliki peran penting dalam mendeteksi dini gangguan penglihatan. Dengan pelatihan yang diberikan, guru jadi lebih siap mengambil tindakan yang tepat dan cepat saat melihat gejala miopia pada siswa,â ucap Head of Marketing & Admission Sekolah Lentera Indonesia, Dian Michelle Setiawan melalui siaran pers pada hari Jumat (16/5).
Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta, Dr. Ester Ekarista Sinambela, M.Pd, sekaligus Pengawas Sekolah Menengah Pertama di Jakarta Selatan Menyatakan, sangat mendukung program MiYosmart Goes to School. Ia menilai Langkah ini membantu guru lebih peka terhadap kesehatan penglihatan siswa.
âSaat ada gejala gangguan refraksi seperti miopia, guru dapat menjadi pihak pertama yang menyadarinya. Namun, peran orang tua juga sangat penting untuk segera membawa anak ke pemeriksaan lanjutan agar tidak berdampak pada proses belajar mereka. Harapannya, program ini bisa dijalankan di lebih banyak sekolah di Jakarta,â ujar ungkapnya.
Marketing Lead Hoya Lens Indonesia Nihla Azkiya, sekolah adalah tempat anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya. Karena itu, lingkungan sekolah punya peran besar dalam membentuk kebiasaan sehat, termasuk dalam menjaga kesehatan penglihatan mereka.
Menurut dia mopia pada anak cenderung berkembang pesat di usia sekolah. Jika tidak ditangani, risiko menjadi miopia tinggi dapat meningkat dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma, katarak dini, atau bahkan kebutaan.Â
âMiYosmart, lensa kacamata terapi inovatif dari Hoya, telah terbukti secara klinis dapat mengoreksi sekaligus menahan pertumbuhan miopia pada anak hingga rata-rata 60 persen, menjadikannya solusi yang efektif untuk perlindungan penglihatan anak jangka Panjang,â terangnya.
Hoya kata Nihla mengajak lebih banyak sekolah untuk berpartisipasi dalam gerakan ini. Dengan kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan komunitas, kita bisa menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan mampu melihat masa depan mereka dengan lebih jelas.
- Hoya Lens Indonesia
- MiYosmart Goes to School
- Vision Friendly School
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.