Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Batam gencarkan pengukuran balita untuk pantau stunting

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 14:45 WIB | Oleh:
Dinkes Batam gencarkan pengukuran balita untuk pantau stunting Doc: ANTARA/Amandine Nadja
Ket. UPT Puskesmas Sekupang Dinas Kesehatan Kota Batam, Kepri.

Batam -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) terus menggencarkan upaya pengukuran balita di daerah itu sebagai langkah dalam memantau dan menekan angka stunting balita melalui pos pelayanan terpadu (posyandu).

Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi dihubungi di Batam, Jumat, menyampaikan pengukuran dilakukan pada anak usia 0-59 bulan di seluruh posyandu aktif.

“Kami lakukan pendekatan by name by address dan saat ini terdapat kurang lebih 570 posyandu aktif yang rutin melaksanakan kegiatan pengukuran balita. Data dari setiap posyandu direkap dan dianalisis oleh puskesmas di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Pada 2024, jumlah balita yang berhasil diukur mencapai 65.844 anak. Dari jumlah tersebut, 256 anak terdeteksi sangat pendek (Z score < -3 SD), 584 anak tergolong pendek (Z score antara -3 sampai < -2 SD), 64.374 anak tergolong normal (Z score -2 sampai +3 SD), dan 630 anak memiliki tinggi badan di atas normal (Z score > +3 SD).

Pada triwulan I 2025, jumlah balita yang sudah diukur tercatat 56.185 anak. Dari jumlah tersebut, 219 anak tergolong sangat pendek, 643 anak pendek, 54.881 anak normal, dan 303 anak tinggi.

Jika dibandingkan dengan jumlah total balita, yaitu 64.562 anak maka capaian pengukuran telah 87,04 persen, melebihi target nasional 80 persen.

“Memang target pusat minimal 80 persen dari jumlah balita harus diukur. Alhamdulillah capaian kita di atas target, meskipun ini masih angka triwulan pertama. Jadi tentu masih akan terus berjalan sampai akhir tahun,” kata Didi.

Upaya pengukuran ini tidak hanya bertujuan mendapatkan data, tetapi juga menjadi dasar dalam intervensi pencegahan dan penanganan stunting secara lebih tepat sasaran.

Dinkes Batam mengimbau para orang tua rutin membawa balita ke posyandu untuk dipantau pertumbuhannya karena deteksi dini merupakan kunci dalam menurunkan angka stunting di Batam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.