RI Ambil Peran Besar! Perdagangan OKI Didorong Bangkit Hadapi Gejolak Dunia

Kamis, 15 Mei 2025, 00:00 WIB

JAKARTA – Konektivitas perdagangan antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih lemah. Meningkatnya tensi geopolitik dan tantangan ekonomi global semestinya menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi dagang antarasesama anggota.

“Dalam keadaan global economic seperti ini, global tension yang sedang memanas, ini saatnya negara-negara Islam, terutama parlemen sebagai secondary trench diplomasi, harus bisa bicara untuk memperbesar trade di antara kita,” ujar Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Galih Dimuntur Kartasasmita dalam 11th Meeting of the Specialised Standing Committee on Economic Affairs and the Environment, bagian dari Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Jakarta, pekan lalu.

Ket. Foto: Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) — Sumber: istimewa

Dia menyoroti lemahnya konektivitas perdagangan antarnegara OKI, yang tercermin dari data bahwa dari 57 negara anggota, hanya 14 di antaranya yang memiliki perjanjian perdagangan antarnegara. Kondisi ini menurutnya menjadi penghambat bagi pertumbuhan ekonomi bersama, bahkan dalam sektor-sektor strategis seperti produk halal.

“Bahkan di produk halalnya, yang memasok negara-negara ini justru negara-negara non-halal yang punya perjanjian perdagangan. Jadi kita harus memperkuat itu, termasuk sektor sains, teknologi, dan lainnya,” tambah Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Legislator Dapil Jawa Barat IX ini menilai forum PUIC menjadi momentum strategis untuk memperdalam dialog dan membangun kesepakatan antar parlemen negara anggota OKI demi memperkuat kerja sama ekonomi yang selama ini belum optimal.

“Kita sedang berada dalam era tarif dunia yang semakin kompleks. Ini saatnya kita kembangkan perdagangan dengan negara-negara yang memang hubungan perdagangannya belum kuat. Khususnya sesama negara dengan penduduk mayoritas muslim,” jelasnya.

Peran Penting

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia, menurut Galih, memiliki peran penting dalam menjembatani kerja sama antarnegara OKI, termasuk dengan negara-negara yang memiliki sistem sekuler namun mayoritas berpenduduk Muslim.

“Kita bukan negara Islam, bukan negara syariah, tapi penduduk Islam kita paling besar. Banyak negara seperti itu. Jadi kita pererat saja hubungan ini, karena kita tidak tahu kondisi ekonomi dunia kedepan seperti apa. Yang pasti, kita harus bisa saling memperkuat di antara sesama,” tegasnya.

Seperti diketahui, potensi perdagangan 57 negara anggota OKI sangat besar dan strategis, baik secara ekonomi, geografis, maupun demografis. Adapun total populasi negara-negara OKI sebanyak 2 miliar jiwa. Sebagian besar adalah konsumen produk halal, energi, dan kebutuhan dasar. Permintaan tinggi atas produk halal, obat-obatan halal, keuangan syariah, dan produk makanan dan minuman halal.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.