Organisasi HAM Internasional Peringatkan Risiko Kematian Pekerja Migran Jelang Piala Dunia 2034 di Arab Saudi

Kamis, 15 Mei 2025, 09:00 WIB

PARIS – Organisasi Human Rights Watch (HRW) atau organisasi hak azazi manusia mengeluarkan peringatan keras, Rabu (14/5) terkait pelanggaran serius yang terjadi di lokasi-lokasi konstruksi besar di Arab Saudi. HRW menilai risiko terhadap keselamatan pekerja migran akan meningkat seiring percepatan pembangunan stadion dan infrastruktur jelang gelaran Piala Dunia 2034.

Dalam laporan terbarunya, HRW menyebut “puluhan pekerja migran di Arab Saudi tewas dalam kecelakaan kerja yang mengerikan dan sebenarnya bisa dicegah, mulai dari jatuh dari ketinggian, tersengat listrik, hingga kasus hukuman pancung.”

Ket. Foto: Arab Saudi resmi ditunjuk sebagai tuan rumah tunggal Piala Dunia 2034 oleh FIFA pada bulan Desember tahun lalu. — Sumber: AFP

HRW yang telah menelusuri hampir 50 kasus kematian di negara tersebut menuduh otoritas Arab Saudi gagal melindungi pekerja dari kecelakaan yang bisa dicegah, abai menyelidiki insiden di tempat kerja, serta tidak memberikan kompensasi yang layak dan tepat waktu kepada keluarga korban — termasuk melalui asuransi jiwa dan tunjangan untuk ahli waris.

“Risiko kematian dan cedera di tempat kerja makin meningkat seiring percepatan proyek-proyek besar Arab Saudi, termasuk pembangunan untuk Piala Dunia 2034,” tulis HRW.

Arab Saudi resmi ditunjuk sebagai tuan rumah tunggal Piala Dunia 2034 oleh FIFA pada Desember tahun lalu, meskipun banyak pihak mengkhawatirkan rekam jejak HAM negara tersebut dan risiko eksploitasi tenaga kerja migran.

HRW mendesak FIFA agar memastikan seluruh kasus kematian yang berkaitan dengan pekerjaan diselidiki secara menyeluruh dan keluarga korban menerima kompensasi yang layak.

FIFA sebelumnya menyatakan komitmennya untuk membentuk sistem kesejahteraan pekerja yang mencakup “standar wajib dan mekanisme pengawasan bagi semua perusahaan serta pekerja yang terlibat dalam proyek konstruksi dan layanan terkait Piala Dunia di Arab Saudi.”

Namun, HRW menilai FIFA belum mengungkap secara rinci langkah konkret untuk mencegah dan menanggulangi kematian pekerja, seperti perlindungan dari panas ekstrem atau kewajiban asuransi jiwa.

“FIFA secara sadar mempertaruhkan penyelenggaraan turnamen yang kembali menelan korban jiwa yang tidak perlu,” tegas HRW, merujuk pada polemik serupa yang menyelimuti Piala Dunia 2022 di Qatar.

Organisasi lain seperti Amnesty International juga pernah menyoroti tingginya angka kematian pekerja migran di Qatar sebelum turnamen, meski pemerintah Doha menyatakan hanya 37 pekerja meninggal di proyek Piala Dunia dan hanya tiga di antaranya akibat kecelakaan kerja.

HRW mengkritik klasifikasi mayoritas kematian pekerja migran di Arab Saudi yang kerap disebut karena "penyebab alami", sehingga tidak diselidiki lebih lanjut maupun mendapat kompensasi.

Contohnya, dari 1.420 kematian pekerja migran India yang tercatat di Kedutaan Besar India di Riyadh pada 2023, sebanyak 74 persen disebut akibat penyebab alami.

Ironisnya, bahkan dalam kasus kematian yang secara resmi dikategorikan sebagai akibat kerja, kompensasi kadang tetap tidak diberikan sesuai hukum ketenagakerjaan Arab Saudi dan standar internasional.

“Dalam kasus yang memang diberi kompensasi, prosesnya sangat panjang dan melelahkan,” ungkap HRW, seraya memaparkan satu kasus di mana proses kompensasi memakan waktu hingga satu dekade.

“Anak saya sekarang berusia 11 dan 13 tahun. Saat suami saya meninggal, mereka masih bayi. Jika kompensasi diberikan segera setelah kematiannya, kami akan sangat terbantu,” ujar seorang istri korban yang tidak disebutkan namanya.

Menanggapi laporan tersebut, FIFA membagikan surat dari Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom kepada HRW. Dalam surat itu, Grafstrom menyebut bahwa Arab Saudi “telah berinvestasi besar dalam pembangunan masyarakat dan ekonominya menggunakan perusahaan internasional.”

Ia juga menyoroti reformasi ketenagakerjaan Arab Saudi sejak 2018, termasuk penghapusan sebagian sistem kafala yang mengikat pekerja pada majikan, serta penerapan kontrak kerja standar.

Pemerintah Arab Saudi, kata Grafstrom, telah berkomitmen bekerja sama dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk memperluas dan menjalankan reformasi tersebut secara efektif.

“FIFA ingin berperan aktif dalam memastikan perlindungan kuat bagi pekerja yang terlibat dalam pembangunan proyek Piala Dunia,” tutup Grafstrom. Pemerintah Arab Saudi sendiri hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

OJK Tegaskan Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan

Buaya Sepanjang Tiga Meter Muncul di Pantai Wisata Pasir Putih, Pengunjung Panik ‎

Joe Taslim Gabung Film Netflix “Extraction 3”

Perluas Pengalaman Lifestyle Padel bagi Nasabah dan Masyarakat, CIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta

Di Karawang Terjadi 50 Kebakaran Terjadi Selama Dua Minggu ini

Perkuat Komitmen pada Asuransi Inklusif, AXA Mandiri Raih ESG Award 2026 by KEHATI

Menag Bertemu Dubes Mesir, Grand Syekh Al-Azhar Dipastikan Hadiri IGIC 2026.

Universitas Thailand Tawarkan Kuliah dan Beasiswa di Jakarta

Secercah Harapan Rehabilitasi 300 Orangutan Menanti Kesiapan Pelepasliaran yang Aman

Intensifkan Pemasaran WashTower, LG Bentuk Kolaborasi Dengan Mitra Dealer Spesialis

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Rumah Harimau Sumatera Ikut Hangus Dilalap Kebakaran Hutan

Aturan Baru Tarif Pengantaran Barang dan Makanan Ojol Digodok Kemkomdigi, Tak Adopsi Skema 92:8, Fokus bagi Hasil Adil

LG UltraGear Native 1000Hz Segera Hadir di Indonesia

Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal

D'Masiv Bikin Album Full Berbahasa Inggris, Beri Warna Baru bagi Massivers

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

Waspada! Modus Paket Umrah di Bawah Rp26 Juta, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Indikasi Penipuan

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.