Saudi Panas Ekstrem, Anggota DPR Mengingatkan Jemaah Haji untuk Melindungi Tubuh

Rabu, 14 Mei 2025, 11:17 WIB

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Mahdalena, mengingatkan jemaah calon haji Indonesia agar senantiasa menjaga kesehatan dan memakai perlengkapan yang dapat melindungi tubuh dari panas ekstrem di Arab Saudi.

“Cuaca di Arab Saudi pada Juni–Juli bisa mencapai suhu ekstrem hingga 50 derajat Celsius. Ini jauh lebih panas dibandingkan suhu di Indonesia yang rata-rata berkisar 35–37 derajat. Jemaah perlu bersiap secara fisik maupun perlengkapan,” kata Mahdalena dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (14/5).

Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB I ini mengingatkan jemaah agar membawa perlengkapan pribadi yang dapat melindungi dari paparan langsung sinar matahari, seperti topi, payung, kacamata hitam, dan masker.

Ket. Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, Mahdalena. — Sumber: ANTARA

“Perlengkapan ini terlihat sederhana, tapi sangat penting untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Gunakan saat bepergian dari hotel ke masjid atau saat puncak ibadah di Arafah dan Mina,” ujar dia.

Berikutnya Mahdalena juga mengingatkan jemaah haji mengenai pentingnya menjaga asupan cairan untuk mencegah dehidrasi. Ia menyarankan jemaah untuk membawa botol minum sendiri dan mengisinya dengan air zamzam, serta minum dalam jumlah kecil namun sering.

“Jangan tunggu haus. Minum sedikit tapi rutin bisa mencegah dehidrasi. Karena kalau sudah dehidrasi, kondisi tubuh bisa cepat drop,” kata dia.

Selain menjaga diri dari cuaca panas, Mahdalena juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mengikuti arahan petugas dan menjaga pola makan. Ia meminta jemaah tidak melewatkan waktu makan yang telah disediakan.

“Jangan sampai karena kelelahan atau terburu-buru, jemaah lupa makan. Tubuh butuh energi untuk menjalankan ibadah yang memerlukan fisik yang kuat,” ucapnya.

Mahdalena berharap seluruh jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi selamat.

Sebelumnya, imbauan serupa telah disampaikan oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Wakil KKHI Madinah, Yuni Anisa W, mengimbau jemaah haji untuk menjaga kondisi fisik dengan memastikan istirahat yang cukup dan tetap terhidrasi, khususnya menjelang puncak ibadah haji yang diperkirakan berlangsung dalam cuaca panas ekstrem.

“Yang pertama adalah istirahat harus cukup. Jadi, jangan terlalu ngoyo untuk mengejar ibadah-ibadah sunnah karena yang paling penting dari proses haji ini justru pada saat di Arafah (wukuf), bermalam di Muzdalifah, dan di Mina (melontar jumrah)," ujar dia.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.