Pegawai Otorita Dibekali Mitigasi Konflik dengan Satwa
Rabu, 14 Mei 2025, 03:09 WIBKALIMANTAN TIMUR - Pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bakal dibekali mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi potensi interaksi negatif dengan satwa liar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota _Indonesia.
âKetika suatu wilayah disebut sebagai kota hutan, akan ada konsekuensi yang harus dihadapi,â kata Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri ketika menjawab pertanyaan menyangkut menjaga IKN sesuai konsep kota hutan di Sepaku Penajam Paser Utara Kalimantan Timur (Kaltim), beberapa hari lalu.
âTermasuk upaya memulihkan kembali ekosistem hutan tropis, mengembalikan rumah yang telah hilang bagi satwa yang ada,â tambahnya.
IKN, ibu kota Indonesia yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, dengan konsep menyatu dan serasi dengan alam.
Sehingga satwa liar tidak lagi dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian penting dari komunitas ekosistem yang turut menjaga keseimbangan lingkungan.
Satwa liar, katanya, diharapkan menjadi teman, bahkan sahabat bagi warga IKN.
Semangat hidup berdampingan tersebut, pembangunan IKN bukan hanya soal membangun infrastruktur modern, lanjut dia, tetapi juga membentuk kesadaran baru untuk hidup selaras dengan alam dan seluruh makhluk hidup di dalamnya.
Pegawai OIKN dibekali cara berinteraksi yang aman dan tepat dengan satwa liar, pemahaman tentang landasan hukum dalam perlindungan satwa, langkah pencegahan konflik antara manusia dan satwa liar, dan teknik pertolongan pertama saat menghadapi konflik di lapangan.
Pembekalan terhadap pegawai tersebut kerja sama OIKN dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
âPemahaman tentang bagaimana hidup berdampingan secara harmonis dengan satwa liar jadi kunci penting dalam pembangunan yang berkelanjutan,â demikian Myrna Asnawati Safitri.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyiapkan generasi muda di daerah menuju Generasi Emas, salah satunya dengan mengadakan pelatihan kepada para siswa untuk siap bekerja melalui program Wiramuda Academy Tahun 2025.
Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menjelaskan program Wiramuda Academy merupakan pelatihan bagi calon lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk masuk dunia kerja dan dunia industri. Â Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Raksasa Otomotif Dunia Goyah! 100 Ribu Pekerja VW Terancam Depak Imbas Laba Anjlok Parah
-
Kabel Menjuntai Telan Korban Jiwa, DPRD DKI Desak Penertiban dan Implementasi Perda Utilitas
-
160 Kios Ilegal di Kawasan Puncak Cianjur Dibongkar, Pedagang Terima Kompensasi Rp10 Juta
-
Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Gunakan Masker
-
Kecelakaan Tunggal di Cikoko, Transjakarta Minta Maaf
-
KDM Kirim Karangan Bunga Hitam-Putih HUT Jakarta, Banjir Apresiasi di Balai Kota
-
DPR dan Pemerintah Sepakat Naikkan Target Pendapatan Negara 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.