Dorong Swasembada Pangan, Kabupaten Penajam dan Investor Percepat Transformasi Pertanian Modern
Selasa, 13 Mei 2025, 12:55 WIBKALIMANTAN TIMUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), bersama investor atau penanam modal bergerak cepat dalam pengembangan pertanian untuk mempercepat transformasi pertanian modern guna mendukung swasembada pangan regional maupun nasional.
âLibatkan investor untuk kembangkan pertanian sangat penting," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor saat ditanya mengenai upaya pengembangan sektor pertanian, di Penajam, Selasa (13/5).
"Kerja sama dengan investor bisa percepat transformasi pertanian ke arah modern yang ditunjang dengan teknologi pertanian yang canggih," katanya.
Kolaborasi dengan perusahaan swasta atau pemilik modal sangat dibutuhkan, ujar dia, untuk percepatan swasembada pangan yang berbasis teknologi.
Pemkab Penajam Paser Utara melakukan upaya menggandeng mitra dari kalangan swasta dalam penyediaan teknologi pertanian maupun penanaman modal untuk pertanian tanaman pangan.
Kabupaten yang memiliki lahan potensial cukup luas untuk sektor pertanian, dan secara iklim juga sangat mendukung serta Pemkab Penajam Paser Utara memiliki komitmen yang kuat dalam mewujudkan pertanian modern.
Pemkab setempat membuka ruang bagi investor dalam negeri dan asing, kata Mudyat Noor, untuk memaksimalkan potensi pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Memberikan ruang investasi sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut, ujar dia, salah satu upaya mendukung percepatan swasembada pangan Provinsi Kaltim maupun nasional.
"Kami buka diri untuk bekerja sama dengan investor dalam negeri dan luar negeri tanamkan modal dan hadirkan teknologi pertanian serta tingkatkan kualitas petani,â katanya.
Pemkab Penajam Paser Utara memberikan kemudahan pengurusan izin bagi pemilik modal yang hendak melakukan investasi atau menanamkan modalnya di kabupaten setempat.
"Kami juga buka peluang investasi perikanan modern, selain pertanian karena memiliki kecenderungan berpotensi ke depannya" ujarnya.
Lahan pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 5.898 hektare dengan total produksi gabah mencapai 4.429 ton, menurut dia lagi, apabila dikelola secara modern produksi gabah dapat meningkat
Kemudian, Pemkab Penajam Paser Utara saat ini juga melakukan pengoptimalan lahan tidur dengan luas 5.896 hektare tersebar di tiga kecamatan dan 15 desa.
Selanjutnya, lahan potensial untuk kolam budi daya ikan air tawar yang belum tergarap dengan luas 750 hektare dari 1,200 hektare, karena yang tergarap baru 450 hektare.
Potensi lahan tambak air payau (campuran air tawar dan air laut) yang dikembangkan masyarakat untuk budi daya ikan tambak baru 4.500 hektare, masih ada 4.900 hektare yang belum dikembangkan dari luas lahan potensi tambak 9.500 hektare, demikian Mudyat Noor.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Dubes: Ratusan WNI Dibebaskan oleh Jaringan Penipuan di Kamboja
-
Lindungi Kepentingan Nasional, RI Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO
-
Mudik Gratis BUMN 2026: Jadwal, Moda Transportasi, dan Cara Daftar
-
Menhub: Keselamatan Penerbangan adalah Prioritas Strategi Pemerintah
-
TNI AU Kerahkan Drone Bantu Evakuasi Korban Longsor Cisarua
-
APBD 2026 Tetap Kokoh Meski Dana Bagi Hasil Dipotong
-
Pertamina Halau Tongkang Hanyut, Hindari Insiden Laut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.