Trent Dicemooh di Anfield, Robertson: “Tak Menyenangkan”

Senin, 12 Mei 2025, 09:30 WIB

LIVERPOOL – Suasana di Anfield berubah getir saat Trent Alexander-Arnold mendapatkan sambutan tak bersahabat dalam laga Liverpool melawan Arsenal yang berakhir imbang 2-2, Senin (12/5) dini hari WIB. Bek kanan andalan The Reds itu mendapat cemoohan dari sebagian pendukung tuan rumah, hanya enam hari setelah mengumumkan rencana hengkang dari klub di akhir musim.

Alexander-Arnold, yang besar di akademi Liverpool dan menjadi bagian penting dalam kesuksesan dua gelar Liga Primer dan satu Liga Champions, dipastikan bakal hijrah ke Real Madrid. Kepastian ini rupanya memicu reaksi keras dari sebagian fans, terutama saat ia masuk sebagai pemain pengganti menit ke-67 menggantikan Conor Bradley.

Ket. Foto: Trent Alexander-Arnold berjalan di lapangan dalam laga Liverpool melawan Arsenal Senin (12/5) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Walaupun sebagian fans menyambut dengan tepuk tangan, suara cemoohan terdengar jelas saat sang pemain menyentuh bola. Arsenal yang tertinggal dua gol berhasil bangkit menyamakan kedudukan, meski bermain dengan 10 orang setelah kartu merah Mikel Merino di akhir laga.

“Itu tidak menyenangkan,” kata Andrew Robertson seusai pertandingan. “Kami tidak bisa mengontrol reaksi orang, tapi melihat seorang teman dicemooh seperti itu, tentu rasanya tidak enak. Dia telah membuat keputusan yang sulit. Sebagai rekan setim dan teman dekat, saya bangga padanya dan dia akan sangat dirindukan.”

Alexander-Arnold bukan satu-satunya bintang Liverpool yang pernah pindah ke Madrid. Sebelumnya, Steve McManaman dan Michael Owen juga meninggalkan Anfield ke Santiago Bernabeu. Namun, reaksi fans terhadap mereka juga serupa—penuh luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Pelatih Arne Slot memilih tidak memulai Alexander-Arnold di laga itu, sebaliknya memberi tempat utama kepada Conor Bradley, bek kanan 21 tahun yang digadang-gadang sebagai penerus. Penampilan energik Bradley mendapat sambutan hangat dari tribun Kop, dengan nyanyian untuk namanya bergema di seluruh stadion.

Slot menghindari menghakimi reaksi fans terhadap Alexander-Arnold. “Beberapa bersorak, beberapa mencemooh. Tapi saya tidak akan hanya fokus pada suara negatif. Saya selalu mendukung pemain saya, siapapun yang mengenakan seragam merah,” ujarnya.

Meski demikian, Slot memastikan akan tetap mempertimbangkan memainkan Alexander-Arnold di dua laga sisa, melawan Brighton dan Crystal Palace.

“Saya ditunjuk untuk memenangkan pertandingan. Jika saya merasa tim lebih baik dengan Trent, maka saya akan memainkannya. Jika saya rasa itu akan mengganggu fokus tim, saya bisa membuat keputusan lain,” tambah pelatih asal Belanda itu.

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menyayangkan reaksi fans. “Itulah cerita utama malam ini, dan pasti jadi berita utama besok,” kata Carragher saat bertugas sebagai pundit.

“Dalam kerumunan 60.000 orang, pasti ada banyak yang kecewa atas keputusan Trent. Itu bisa dimengerti. Tapi saya tidak percaya bahwa ada pemain yang masih mengenakan kostum Liverpool dan mencoba memberikan kemenangan pantas untuk dicemooh.”

Dengan dua pertandingan tersisa di musim ini, kontroversi seputar Alexander-Arnold dipastikan belum akan reda. Bagi sebagian fans, pengumuman pindah sebelum musim berakhir adalah pengkhianatan. Namun bagi yang lain, warisan dan kontribusinya selama lebih dari satu dekade di klub tak akan terlupakan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.