Sedang Promo Film, Tom Cruise Hindari Pertanyaan Tarif Trump pada Mission: Impossible 8

Minggu, 11 Mei 2025, 12:00 WIB

SEOUL - Tom Cruise dan lawan mainnya di Mission: Impossible 8 sekaligus sutradara Christopher McQuarrie, pada hari Kamis (8/5), tengah mempromosikan film terakhir waralaba laga tersebut. Namun, ketika seorang reporter bertanya tentang tarif yang diusulkan Presiden Donald Trump untuk film yang diprodukai di luar AS dan sejauh mana film Paramount, yang direkam di seluruh dunia, akan terpengaruh oleh tarif tersebut, Cruise mengabaikannya.

"Saya ingin mengajukan pertanyaan ini kepada siapa pun yang tertarik. Saya menonton film ini dan saya melihat bahwa film ini direkam di banyak lokasi berbeda di seluruh dunia, termasuk Afrika," kata reporter itu, menurut seorang penerjemah di panggung. "Tentu saja, kita semua menyadari tarif yang diberlakukan Presiden Trump pada produksi dan film luar negeri. Jadi, apakah film ini dikenakan tarif tersebut? Dan berapa banyak bagian film yang direkam di luar negeri?"

Ket. Foto: Tom Cruise dan Christopher McQuarrie menghadiri konferensi pers "Mission: Impossible - The Final Reckoning" Korea di Lotte Cinema World Tower pada 08 Mei 2025, di Seoul. — Sumber: Istimewa

Dilansir oleh The Hollywood Reporter, 
Cruise membalas, memberi tahu moderator, di luar mikrofon, “Kami lebih suka menjawab pertanyaan tentang film tersebut. Terima kasih.” Moderator mengatakan bahwa menurutnya itu adalah “tanggapan yang adil” dan menyarankan untuk beralih ke pertanyaan lain.


Film Mission : Impossible , yang telah meraup lebih dari 4 miliar dolar AS di box office global, terkenal karena pengambilan gambarnya dilakukan di seluruh dunia. Film terbarunya, yang akan dirilis di Amerika Serikat akhir bulan ini, direkam di Inggris, Norwegia, dan Afrika Selatan.

Trump mengumumkan rencana tarifnya pada hari Minggu, meskipun Gedung Putih menindaklanjutinya pada hari Senin pagi dengan mencatat bahwa belum ada yang diformalkan .

“Industri Film di Amerika SEDANG MATI dengan sangat cepat. Negara-negara lain menawarkan segala macam insentif untuk menarik para pembuat film dan studio kami dari Amerika Serikat. Hollywood, dan banyak daerah lain di AS, sedang hancur,” tulis Trump di Truth Social. 

“Ini adalah upaya bersama oleh Negara-negara lain dan, oleh karena itu, merupakan ancaman Keamanan Nasional. Selain itu, ini adalah pesan dan propaganda! Oleh karena itu, saya memberi wewenang kepada Departemen Perdagangan, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat, untuk segera memulai proses pemberlakuan Tarif 100% pada setiap dan semua Film yang masuk ke Negara kami yang diproduksi di Negeri Asing. KAMI INGIN FILM DIBUAT DI AMERIKA, LAGI!”

Film-film lain yang saat ini sedang difilmkan di luar AS termasuk Avengers: Doomsday dan The Odyssey karya Christopher Nolan . Wicked, Dune: Part Two , dan Deadpool & Wolverine yang dirilis tahun lalu juga dibuat di luar negeri.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.