KBRI Pantau Proses Deportasi 21 WNI Bermasalah di Kamboja
Sabtu, 10 Mei 2025, 10:28 WIBJAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh mengunjungi Pusat Detensi Polisi di Kota Sihanoukville di Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja, guna meninjau perkembangan penanganan kasus 21 WNI bermasalah yang menjalani proses repatriasi/deportasi di negara tersebut.
Melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (10/5), KBRI Phnom Penh mengatakan senantiasa menghormati proses hukum otoritas Kamboja dalam penanganan kasus warga asing yang bermasalah.
Namun demikian, pihaknya berharap agar hak-hak dasar WNI selalu dilindungi dan proses kepulangannya oleh otoritas Kamboja, termasuk Kepolisian dan Imigrasi, dapat dipercepat.
Dalam pertemuan dengan Kepala Pusat Detensi Polisi Sihanoukville, KBRI juga menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan perlindungan hak-hak WNI serta mendorong percepatan proses pemulangan ke Indonesia.
Sebelumnya semua 21 WNI itu diamankan Kepolisian Kamboja berdasarkan laporan dari KBRI Phnom Penh dan sejumlah "perusahaan" yang terindikasi melakukan aktivitas ilegal penipuan online di wilayah Provinsi Preah Sihanouk.
Selama kunjungan, perwakilan KBRI meninjau langsung kondisi para WNI yang ditahan, yang semuanya dalam keadaan sehat dan aman.
KBRI turut menyerahkan bantuan logistik kepada para WNI sebagai bentuk kepedulian dan dukungan selama menunggu proses administrasi kepulangan.
Selain itu, KBRI Phnom Penh juga mengunjungi Shelter Ministry of Social Affairs, Veterans and Youth Rehabilitation (MSVY) Sihanoukville untuk menemui salah satu WNI rentan, yang mengalami gangguan kejiwaan, atas nama AW yang berasal Sulawesi Utara.
Kasus AW dilaporkan oleh Kepolisian dan MSVY Kamboja ke KBRI Phnom Penh pada 25 April dan sempat menjadi perhatian publik di tanah air di berbagai platform media sosial.
Setelah memastikan kondisi psikologis AW yang relatif stabil dan dilakukan serah terima, AW langsung dievakuasi ke Phnom Penh untuk menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses pra-repatriasi, menurut pernyataan tersebut.
KBRI Phnom Penh selanjutnya akan mengatur dan mendampingi proses pemulangan AW ke Indonesia.
KBRI Phnom Penh mengatakan akan terus memberikan pendampingan penuh kepada para WNI yang bermasalah di berbagai wilayah Kamboja agar proses repatriasi mereka dapat berjalan dengan cepat, aman dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
250 Wisman Masuk ke Tanjungpinang Lewat Jalur Laut di Hari Pertama 2026
-
Kearifan Lokal: Tradisi Menyambut Bulan Purnama di Banyuwangi
-
Keracunan Massal di SMPN 1 Blora, 955 Porsi Menu MBG Ditarik
-
Rupiah Hari Ini Melemah Seiring Pudarnya Harapan Pemangkasan Suku Bunga, Investor Berpaling ke Dolar
-
Tailan Siap untuk Mediasi PBB Terkait Sengketa Maritim dengan Kamboja
-
Thailand Umumkan Korban Pertama dalam Bentrokan dengan Kamboja
-
Menata Niat di Awal Tahun: Resolusi Bukan Ambisi, Tapi Bentuk Perhatian pada Diri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.