Gawat! Rupiah Terpuruk Imbas Kesepakatan Dagang Internasional!
Jumat, 09 Mei 2025, 19:15 WIBJAKARTA - Rupiah kembali tertekan akhir pekan ini seiring perkasanya dolar AS. Pelahan rupiah jelang libur panjang dipengaruhi sentimen dari global, terutama perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS).Â
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menganggap pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi tren penguatan dolar AS pascaperjanjian perdagangan antara AS dengan Inggris.
Selain itu, apresiasi dolar AS juga didukung data US Initial Jobless Claims untuk pekan yang berakhir pada 2 Mei 2025 mengalami penurunan menjadi 228 ribu dari 241 ribu dari minggu sebelumnya, yang mencerminkan pasar tenaga kerja masih relatif ketat.
âNamun demikian, pergerakan rupiah cenderung sideways (mendatar) setelah pembukaan akibat investor yang masih mengantisipasi pertemuan AS-Tiongkok pada akhir pekan,â ucapnya di Jakarta, Jumat (9/5).
Melansir Anadolu Agency, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS dan Inggris telah mencapai kesepakatan perdagangan. Kesepakatan tersebut terkait serangkaian perjanjian perdagangan yang telah dinegosiasikan selama pekan pekan terakhir.
Dengan begitu, Inggris akan mengurangi berbagai hambatan non tarif terhadap produk ekspor AS yang bernilai miliar dolar, termasuk daging sapi, etanol, hingga produk pertanian lainnya.
Inggris juga disebut akan mempercepat proses bea cukai barang-barang Amerika, sehingga ekspor dari Negeri Paman Sam segera memperoleh persetujuan sangat cepat.
Perjanjian negara antara kedua negara itu memberikan keuntungan bagi Amerika, antara lain dalam hal peluang pendapatan lima miliar dolar AS bagi eksportir, dan tambahan enam miliar dolar AS dari kebijakan tarif universal AS sebesar 10 persen.
Adapun Inggris dinyatakan bisa mengirim 100 ribu mobil ke AS dengan tarif dasar awal 10 persen, mesin Rolls Royce, serta suku cadang untuk pesawat terbang dapat diekspor dari Inggris ke AS tanpa tarif.
âPada pekan depan, pergerakan rupiah diperkirakan didorong oleh sentimen dari inflasi AS, yang akan rilis pada Selasa malam (13/5), dan hasil dari pertemuan negosiasi tarif dagang antara AS dan Tiongkok,â ujar Josua.
âRupiah diperkirakan melemah terbatas karena risiko dari kembalinya investor ke AS pasca rilis inflasi dan pelonggaran tensi perang dagang. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.475-Rp16.625 per dolar AS, ungkap dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat juga melemah ke level Rp16.532 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.497 per dolar AS.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
VAR Gagalkan Pesta Persijap, Drama 4 Gol di Bantul Bikin Laskar Kalinyamat Gigit Jari
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
-
Pemkab Penajam Gunakan NS1 Cegah Kematian akibat DBD
-
IEA: Lebih dari 40 Aset Energi Timur Tengah Rusak Parah, Rantai Pasok Global Terancam
-
Rupiah Tak Berkutik di Tengah Gejolak Dunia: Belum Genap Satu Semester, Pelemahan Sudah Signifikan
-
Rupiah Hari Ini Melemah Jadi Rp16.970 per Dollar AS Seiring Ketidakpastian Konflik di Timur Tengah
-
Pemudik Mulai Melintas di Jalur selatan dan Tengah Jateng
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.