Benda-benda untuk Kegiatan Harian dari Masa Lalu
Jumat, 09 Mei 2025, 07:09 WIBMUSEUM Airlangga memiliki koleksi yang terbagi dalam dua kategori Gedung Arkeologi dan Gedung Etnografi. Pertama adalah Gedung Arkeologi diperuntukkan khusus untuk menaruh benda purbakala jenis artefak atau arca-arca yang jumlahnya mencapai 110 buah.Â
Sementara itu Gedung Etnografi menyimpan banyak koleksi benda kebudayaan seperti, penginangan, piring-piringan, gamelan, senjata, keramik, dan sebagainya. Jumlahnya mencapai ratusan buah dan beberapa di antaranya belum bisa dijelaskan.
Beberapa koleksi Gedung Etnografi adalah pipisan-gandik. Pipisan yang terbuat dari batu andesit ini digunakan sebagai landasan untuk menghaluskan jamu, terutama yang terbuat dari daun-daunan. Sedangkan alat penghalusnya disebut gandik, berupa batu berbentuk bulat panjang.
Pakinangan terbuat kuningan berbentuk bulat dengan hiasan geometris, kawung, bunga, dan sulur. Terdiri dari sebuah wadah gambir, sebuah wadah jambe, sebuah wadah kapur dan sebuah wadah tembakau.
Diberbagai tempat makan sirih di Nusantara terdapat tradisi makan sirih secara bersama. Hal ini dilakukan sebelum dimulainya kegiatan penting misalnya upacara perkawinan, upacara menerima tamu kehormatan.
Koleksi lainnya Gedung Etnografi adalah anak timbangan dari batu dengan bentuk seperti manggis, bulat dan segi empat. Puncaknya terdapat lubang untuk memasang tali penggantung. Alat ini digunakan untuk menimbang dalam kegiatan jual beli.
Koleksi cermin perunggu berbentuk dan bertangkai ini, apabila belum aus dapat berkilat dan memantulkan bayangan. Oleh karena itu pada masa lampau digunakan sebagai cermin baik untuk keperluan sakral maupun profan.
Ghanta adalah peralatan yang digunakan pendeta pada waktu mengadakan upacara, sehingga sering disebut ghanta pendeta. Bentuknya mendekati setengah bulat di dalamnya terdapat anak ghanta bertangkai berhiaskan vajra atau cakra.
Sedangkan ghanta gantung mempunyai ukuran yang lebih besar daripada ghanta pendeta. Fungsinya sebagai alat mengumpulkan umat untuk mengadakan upacara atau sebagai pelengkap bunyi-bunyian ketika berlangsung Âupacara. hay
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.