Memperkuat Gerakan Pengelolaan Sampah di Makassar

Kamis, 20 Agu 2026, 23:52 WIB

Makassar - Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa Munafri menegaskan pentingnya keterlibatan para muballigh, dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah dan mewujudkan Makassar yang bersih.

“Ini bukan hanya kebijakan pemerintah kota atau kebijakan wali kota. Ini merupakan instruksi dari pemerintah pusat yang harus dilaksanakan oleh kota-kota besar di Indonesia. Karena itu, kita semua harus bergerak bersama,” ujar Melinda saat menjadi narasumber dalam Diskusi Bulanan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Masjid Mushalla Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM), di Makassar, Kamis.

Pada diskusi bertema “Muballigh dan Spirit Kemerdekaan untuk Makassar Bersih” itu, Melinda mengajak para muballigh tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga mengambil peran dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan, khususnya kebiasaan memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya.

Ket. Foto: Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Melinda Aksa saat menjadi narasumber dalam Diskusi Bulanan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Masjid Mushalla Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) dengan tema “Muballigh dan Spirit Kemerdekaan untuk Makassar Bersih”, di Makassar, Kamis (20/08/2026). — Sumber: Antara

Menurutnya, persoalan persampahan di Makassar merupakan tantangan yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

Bagi Melinda, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh perubahan perilaku masyarakat.

Karena itu, ia menilai muballigh memiliki posisi strategis untuk menyampaikan pesan lingkungan melalui ruang-ruang keagamaan. Nilai kebersihan, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama dan menjaga lingkungan dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.

“Ini adalah langkah baik untuk memulai kebiasaan baru. Kalau bukan kita yang memulai dari sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?” tegasnya.

Melinda berharap diskusi bersama DPP IMMIM dapat menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama dan masyarakat. Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus diwujudkan melalui keberanian membangun kebiasaan baru dan mengambil tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.

Dengan keterlibatan para muballigh sebagai penggerak kesadaran di tengah masyarakat, ia optimistis pesan tentang Makassar Bersih dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan mendorong perubahan dari tingkat rumah tangga.

“Spirit kemerdekaan juga berarti kita berani berubah. Mari kita mulai dari hal yang paling sederhana, memilah sampah dari rumah dan menjaga lingkungan kita bersama,” ujar Melinda.

  • pengelolaan sampah

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.