AS Beri Sanksi Kelompok Etnis Bersenjata Myanmar atas Penipuan Siber

Jumat, 09 Mei 2025, 01:10 WIB

WASHINGTON DC - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap kelompok etnis bersenjata di Myanmar, dengan mengatakan kelompok itu memainkan peran kunci dalam memfasilitasi penipuan siber.

Kementerian Keuangan AS pada Senin (5/5) mengumumkan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi atas Tentara Nasional Karen, atau KNA, serta pemimpinnya Saw Chit Thu dan kedua putranya. Kelompok tersebut sebelumnya dikenal sebagai Pasukan Penjaga Perbatasan Karen, atau BGF.

Ket. Foto: — Sumber: NHK

Kementerian tersebut mengatakan kelompok itu merupakan "fasilitator utama" penipuan daring yang merugikan warga negara Amerika, serta terlibat dalam perdagangan manusia dan penyelundupan lintas batas.

KNA menguasai wilayah di Myanmar timur di sepanjang perbatasan dengan Thailand. Sindikat kejahatan Tiongkok memperluas aktivitasnya di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak Februari, kelompok bersenjata itu menyerbu pusat-pusat penipuan dan membebaskan lebih dari 7.000 warga negara asing. Namun, Kementerian Keuangan AS mengatakan KNA telah meraup keuntungan dalam tingkat yang disebutnya ''skala industri'' dengan menyewakan tanah yang dikuasainya kepada kelompok kejahatan terorganisasi dan menyediakan keamanan serta dukungan bagi mereka.

Inggris dan Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi kepada pemimpin KNA. Kelompok itu membantah terlibat dalam penipuan siber. NHK/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.