Fiorentina Usung Misi Balas Dendam, Real Betis Bidik Final Pertama

Kamis, 08 Mei 2025, 09:10 WIB

FIRENZE – Stadion Artemio Franchi akan menjadi saksi perjuangan hidup-mati Fiorentina dalam mengejar tiket final ketiga berturut-turut di ajang UEFA Conference League, Jumat (9/5) dini hari WIB. Klub asal Italia itu tertinggal 1-2 dari Real Betis pada leg pertama semifinal yang berlangsung di Seville pekan lalu, dan kini wajib menang jika ingin melaju ke partai puncak.

Setelah sempat tertinggal dua gol melalui aksi Abde Ezzalzouli dan Antony, Fiorentina memperkecil kedudukan lewat kapten Luca Ranieri, memanfaatkan umpan Robin Gosens. Gol itu menjaga asa tim asuhan Raffaele Palladino, meski kekalahan tersebut memperpanjang rekor buruk mereka: gagal menang dalam lima pertemuan semifinal Eropa melawan klub-klub asal Spanyol.

Ket. Foto: Pemain Fiorentina dan Real Betis berebut bola dalam laga leg pertama semifinal Liga Konferensi Eropa, Jumat (2/5) dini hari WIB. — Sumber: AFP

“Kami masih hidup dalam persaingan. Di Florence, segalanya bisa terjadi,” ujar Palladino dengan optimistis.

Namun, situasi internal Viola tak ideal. Setelah leg pertama, mereka tumbang 0-1 dari AS Roma di Serie A, hasil yang membuat harapan ke Liga Champions nyaris tertutup. Fiorentina kini hanya bisa mengandalkan trofi Conference League sebagai jalan menuju Eropa musim depan. Moise Kean dan Rolando Mandragora sempat nyaris mencetak gol di Olimpico, tapi ketajaman yang hilang kembali menghantui mereka.

Palladino menyadari tekanan besar di laga ini. “Kami butuh reaksi. Ini tentang harga diri, sejarah, dan kesempatan ketiga yang tak boleh gagal,” katanya, mengacu pada dua kegagalan sebelumnya di final melawan West Ham United (2023) dan Olympiacos (2024).

Sementara itu, Real Betis datang ke Florence membawa modal kemenangan dan momentum positif. Pasukan Manuel Pellegrini tampil konsisten dalam dua bulan terakhir—hanya sekali kalah dari 15 laga di semua kompetisi. Di La Liga, mereka kini duduk di posisi keenam dan bersaing ketat untuk zona Liga Champions.

Pellegrini bahkan menyaksikan anak asuhnya membalikkan keadaan secara dramatis saat menang 2-1 atas Espanyol di liga akhir pekan lalu. Giovani Lo Celso menyamakan skor pada menit ke-85 sebelum Antony, pencetak gol spektakuler ke gawang Fiorentina, memastikan kemenangan di masa tambahan waktu.

Betis memang bukan unggulan awal di kompetisi ini. Mereka hanya finis di posisi ke-15 dalam fase liga Conference League, namun mampu melewati adangan Gent, Vitoria Guimaraes, dan Jagiellonia Bialystok di fase gugur. Kini, mereka hanya butuh hasil imbang atau kekalahan tipis untuk mencatat sejarah: lolos ke final Eropa pertama dalam sejarah klub.

“Kami belum lolos. Kami tahu Fiorentina sangat kuat di kandang dan punya pengalaman di tahap ini,” ujar Pellegrini.

Namun, Betis datang dengan mental yang kokoh dan skuad yang relatif lengkap. Kombinasi pengalaman Lo Celso, agresivitas Ezzalzouli, dan kreativitas Isco menjadi kekuatan utama tim asal Andalusia ini.

Di sisi lain, tekanan kini sepenuhnya berada di kubu Fiorentina. Harus menang, tidak boleh kebobolan lebih dari satu gol, dan berhadapan dengan tim yang sedang panas—misi berat bagi Palladino dan pasukannya. Tapi jika sejarah dua musim terakhir menjadi pedoman, Fiorentina tahu caranya bertarung di momen-momen genting seperti ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.