Dinasti Han Membawa Era Keemasan Tiongkok
Kamis, 08 Mei 2025, 07:10 WIBSETELAH berkuasa Liu Bang diberi gelar âKaisar Agung,â selain âLeluhur Agungâ menurut versi sejarawan Sima Qian. Ia lalu mendirikan ibukotanya di Changâan (sekarang Xiâan) dekat Xianyang. Ia mengumumkan amnesti umum bagi musuh-musuhnya, membubarkan pasukannya, dan mengurangi pajak serta kewajiban tenaga kerja.
Langkah-langkah ini memungkinkannya untuk mempertahankan dukungan rakyat dan mendapat pujian dari para sarjana Konfusianisme. Meskipun ia mempertahankan konsep kekuasaan kekaisaran Qin, Gaozu melembagakan sistem administrasi hibrida untuk kekaisarannya.
Qin Shi Huang telah mengorganisasi kekaisaran menjadi wilayah-wilayah komando yang dikelola oleh gubernur yang ditunjuk dan diberhentikan oleh pemerintah pusat. Gaozu mendirikan 14 wilayah komando di Tiongkok barat dan tengah.
Ia juga tetap mempertahankan serangkaian kerajaan bawahan di Tiongkok timur, yang memungkinkannya untuk memberi penghargaan kepada sekutu dan mempertahankan dukungan dari para penguasa lokal.
Dalam satu dekade, sebagian besar raja-raja ini diturunkan jabatannya dan digantikan oleh anggota keluarga kekaisaran. Runtuhnya kekaisaran Qin memungkinkan kebangkitan konfederasi suku Xiongnu di utara di bawah penguasanya Modu (dikenal dalam sumber-sumber Tiongkok sebagai Maodun). Gaozu secara pribadi memimpin pasukan melawan Xiongnu tetapi terjebak dan dikepung dalam Pertempuran Baideng pada tahun 200 SM.
Gaozu meninggal pada tahun 195 SM dan digantikan oleh putranya, Kaisar Hui. Tidak seperti pendahulunya yang berumur pendek, Dinasti Han bertahan (dengan jeda singkat di tengah jalan) selama empat abad hingga awal abad ke-3 M.
Dinasti Han dianggap sebagai zaman keemasan peradaban Tiongkok dan memiliki warisan yang mendalam pada identitas nasional Tiongkok. Kelompok etnis mayoritas di Tiongkok dikenal sebagai orang Han atau Han Tiongkok, yang mencakup lebih dari 90 persen populasi Tiongkok. Demikian pula, aksara Tiongkok dikenal sebagai Hanzi (aksara Han) dalam bahasa Tiongkok, dan bahasanya sendiri disebut Hanyu (bahasa Han). hay
- Kekaisaran Tiongkok
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.