Tak Gentar Hadapi Ekonomi Global, UMKM Bantul Manfaatkan Dunia Digital!

Rabu, 07 Mei 2025, 19:28 WIB

YOGYAKARTA - Digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat penting untuk meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, UMKM dapat beradaptasi dengan perubahan gaya hidup konsumen, mempercepat proses bisnis, dan mengurangi biaya. 

UMKM dapat meningkatkan visibilitas merek mereka melalui platform digital, seperti media sosial dan e-commerce, sehingga dapat menarik lebih banyak pelanggan. 

Ket. Foto: Pemilik usaha dompet dan tas kulit bermotif "Walker Leather" Agus Dwiyanto (37) bersama istri saat menunjukan produk usahanya di kediamannya di Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (7/5/2025).  — Sumber: ANTARA/Luqman Hakim

Pelaku usaha dompet dan tas kulit di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meyakini strategi pemasaran melalui platform daring dapat menjadi tumpuan bisnisnya dalam menghadapi gejolak ekonomi global.

"Saya yakin dengan pemasaran daring, usaha ini bisa bertahan. Yang penting konsisten dan terus mengembangkan produk sesuai tren pasar," kata Agus Dwiyanto (37), pemilik usaha dompet dan tas kulit bermotif "Walker Leather", saat ditemui di Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (7/5).

Ia menyebut pemasaran digital tidak hanya menjaga stabilitas penjualan, tetapi juga membuka jangkauan pasar yang lebih luas tanpa harus menambah biaya operasional secara signifikan.

Agus, yang mulai merintis usaha dompet dan tas kulit bermotif pada 2016, awalnya hanya mengandalkan penjualan konvensional. 

Tahun 2018, ia mulai mencoba pasar digital melalui platform "marketplace" (lokapasar), yang menurutnya menjadi titik balik penting dalam perkembangan usahanya.

"Dulu, promosi itu harus keluar tenaga sendiri, semuanya dikerjakan sendiri lewat media sosial. Tapi ketika masuk ke marketplace, mereka punya program rutin, seperti kampanye produk fesyen, elektronik, dan sebagainya. Kita tinggal ikut program itu, dan produk kita bisa lebih mudah terekspos," ujarnya.

Menurut Agus, eksposur merupakan kunci dalam bisnis berbasis daring. Dengan tampil rutin dalam kampanye lokapasar, produk-produknya lebih sering dilihat oleh calon pembeli, yang akhirnya mendorong peningkatan transaksi.

Saat ini, ia mencatatkan rata-rata lima hingga 10 pesanan per hari, baik dari pelanggan satuan maupun pemesan produk khusus atau "custom order".

"Produk kami cirinya ada pada motif. Hampir semua barang diberi motif, entah geometris, tumbuhan, atau desain pesanan dari konsumen. Kami berusaha hadir dengan desain yang tidak pasaran," ucapnya.

Ia mengungkapkan stabilitas penjualan daring terbukti ketika kondisi ekonomi sedang tidak menentu, termasuk saat masa pandemi COVID-19.

Berbeda dengan toko fisik yang memerlukan anggaran sewa, pegawai, dan promosi konvensional, menurut Agus, pemasaran digital lebih ringan dari sisi beban biaya dan lebih mudah dikendalikan.

"Kalaupun terpengaruh ekonomi global, saya yakin tidak sampai 'collapse'. Beda dengan toko fisik yang kena langsung, apalagi kalau enggak ada yang datang," ujarnya.

Harga produk yang ditawarkan berkisar Rp180.000 hingga Rp300.000 per unit untuk dompet kulit, dan Rp400.000 hingga Rp1 juta per unit untuk tas kulit.

Dalam sebulan, dengan empat pekerja, menurut Agus, Walker Leather mampu memproduksi sekitar 200 item dompet dan tas kulit siap jual.

Untuk lini "custom merchandise", Agus juga mengembangkan label khusus yang menyasar pasar korporat dan lembaga.

Ia menilai tren digitalisasi dan transaksi daring adalah keniscayaan, terlebih bagi pelaku UMKM seperti dirinya.

Alih-alih mengikuti pameran yang membutuhkan biaya besar, kini ia lebih memilih fokus pada penguatan kehadiran digital.

"Kalau UMKM seperti kita, enggak ikut platform daring itu akan susah sendiri. Kita enggak punya modal sebesar perusahaan besar untuk ikut pameran ke mana-mana. Platform online itu mengurangi biaya promosi secara drastis, bahkan bisa nol," kata Agus.

Kini, strategi pemasarannya bertumpu pada dua hal: aktif di media sosial untuk membangun kedekatan dengan konsumen dan memaksimalkan konversi penjualan melalui lokapasar.

Setiap konsumen yang tertarik lewat media sosial kemudian diarahkan untuk bertransaksi lewat toko daring miliknya.

"Sistem pembayarannya aman dan terjamin. Sampai sekarang kami belum pernah mengalami kendala pembayaran. Pernah ada masalah di pengiriman, misalnya kurir yang keliru atau barang diterima tapi tidak sesuai. Tapi itu semua bisa dimediasi," ujarnya.

Dengan tren permintaan produk kulit yang stabil dan pengalaman selama hampir satu dekade, Agus percaya usaha tas dan dompet kulit miliknya akan terus bertahan dan tumbuh.

"Asal kita konsisten, terus update desain, dan mendengarkan apa yang pasar mau, saya yakin kita bisa terus jalan," ucapnya.

  • UMKM

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.