- Home
-
- Luar Negeri
-
- Saham Netflix Tergelincir ...
Saham Netflix Tergelincir setelah Trump Ancam Tarif 100% untuk Film Asing
Selasa, 06 Mei 2025, 15:45 WIBJAKARTA - Nilai pasar perusahaan hiburan murni paling berharga di dunia, Netflix, terguncang pada hari Senin (5/5/2025), setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif 100% terhadap film yang diproduksi di luar negeri. Kebijakan tersebut, menurut Trump, bertujuan untuk melindungi keamanan nasional dan âMembuat Hollywood Hebat Lagiâ, meskipun belum ada keputusan resmi yang diambil oleh Gedung Putih.
Saham Netflix anjlok hingga 4% ke level $1.113 saat pasar dibuka yang merupakan penurunan harian terburuk dalam lebih dari sebulan sebelum akhirnya menutup hari dengan kerugian 1,9%, di angka $1.134. Kerugian ini membuat kapitalisasi pasar Netflix susut $20,4 miliar, jumlah yang hampir menyamai total valuasi Warner Bros. Discovery ($20,5 miliar).
Dalam keterangannya kepada Associated Press, juru bicara Gedung Putih Kush Desai mengatakan bahwa meski pernyataan Trump telah diumumkan secara publik, âbelum ada keputusan akhirâ mengenai tarif film asing. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah sedang menjajaki semua opsi untuk menjalankan arahan Presiden.
Pernyataan Trump menciptakan ketidakpastian besar bagi industri, terutama karena tarif atas layanan seperti film berbeda dengan barang fisik. Para pelaku industri mempertanyakan cakupan kebijakan tersebut: apakah akan mencakup serial streaming, efek visual, produksi bersama, atau pembiayaan lintas negara?
Menurut Ampere Analysis, lebih dari 51% pengeluaran konten Netflix pada 2024 berasal dari luar Amerika Utara. Bahkan, sekitar 70% dari pelanggan berbayar Netflix berasal dari luar AS dan Kanada, dengan banyak konten populernya, seperti Squid Game (Korea Selatan) dan Bridgerton (Inggris), diproduksi di luar AS.
Penurunan saham tidak hanya dialami Netflix. Saham perusahaan hiburan lain seperti Disney, Warner Bros. Discovery, Paramount Global, dan Comcast juga ikut terdampak, meskipun dalam skala lebih kecil. Ini menunjukkan bahwa pernyataan Trump berisiko mengguncang stabilitas industri hiburan global, terutama yang sangat bergantung pada produksi lintas negara.
Sebelum pengumuman Trump, saham Netflix dianggap sebagai tempat berlindung yang relatif aman dalam iklim pasar yang bergejolak. Analis Bank of America bahkan menyebutnya sebagai "Dapat Diprediksi di Dunia yang Tidak Dapat Diprediksiâ. Saham Netflix telah naik 30% sepanjang 2025, mengungguli anggota lain dari kelompok FAANG seperti Meta, Amazon, Apple, dan Alphabet, yang mencatatkan kinerja lebih lemah atau negatif.
Kebijakan tarif film asing ini, jika benar-benar diterapkan, akan menjadi ujian besar bagi strategi global Netflix dan bisa memicu gejolak geopolitik dalam industri hiburan, terutama di tengah dominasi konten internasional dalam pasar streaming saat ini.Â
- Netflix
- pasar saham
- Kebijakan Tarif Trump
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS Rp3.083.000/Gram dan Galeri24 Rp3.065.000/Gram
-
Sumber-sumber Ungkap Serangan AS-Israel Manfaatkan Momentum Pertemuan Pemimpin Ali Khamenei dengan Seluruh Komandan Militer yang Terlacak Intelejen
-
Konten Lokal Indonesia Jadi Sorotan Global dalam Laporan The Netflix Effect
-
Relokasi Warga Bantaran Rel di Senen: Pembangunan Rusun di Lahan Milik Angkasa Pura Mulai Mei 2026
-
Cegah Stunting, Pemkot Singkawang Optimalkan Layanan Posyandu
-
Ngeri…Minyak 118 Dollar AS, Siap-siap Harga BBM Domestik Nanjak?
-
Kabupaten Serang Tuntaskan Polemik Lahan SDN Inpres Cikeusal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.