Respons Warga Bekasi dan Peringatan Wali Kota Terkait Aktivitas Worldcoin dan Data Biometrik

Selasa, 06 Mei 2025, 12:03 WIB

BEKASI – Kegiatan pengumpulan data biometrik, khususnya pemindaian iris mata, melalui aplikasi Worldcoin di Kota Bekasi mendapat sorotan tajam dari pemerintah daerah. Menyusul langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang membekukan sementara aktivitas Worldcoin, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan dukungan penuh dan peringatan keras kepada warganya.

Tri Adhianto menyatakan bahwa sejumlah warga Bekasi telah mengikuti pemindaian iris mata menggunakan alat khusus berbentuk bola (Orb), tergiur imbalan uang tunai antara Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu.

Ket. Foto: Wali Kota Tri Adhianto terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak sembarangan menyerahkan data pribadi sensitif pada pihak lain. — Sumber: PemkotBekasi/yds

"Saya mendukung langkah Komdigi untuk menghentikan kegiatan Worldcoin di Bekasi. Kita harus berhati-hati, karena belum ada jaminan keamanan data yang jelas," ujar Tri melalui keterangan resminya pada Senin (5/5).

Ia menyoroti rendahnya kesadaran warga mengenai potensi risiko.

"Warga tertarik karena dijanjikan uang padahal mereka tidak tahu data matanya akan digunakan untuk apa. Ini sangat berisiko," tegasnya, menambahkan penyalahgunaan data biometrik bisa berakibat fatal, termasuk hilangnya akses layanan penting.

Salah seorang warga Bekasi Utara, Ani, mengaku sempat tertarik dengan tawaran tersebut.

"Kemarin sempat mau coba karena lumayan dapat uang, tapi masih ragu-ragu. Setelah dengar dari berita dan kata Pak Wali Kota ternyata berisiko, ya nggak jadi deh. Khawatir data kita disalahgunakan," katanya, mencerminkan kekhawatiran yang kini muncul di kalangan warga.

Wali Kota Tri Adhianto terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak sembarangan menyerahkan data pribadi sensitif kepada pihak yang belum jelas izin dan keamanannya. Kasus Worldcoin sendiri juga tengah menjadi perhatian di berbagai negara lain di dunia karena isu keamanan data dan privasi serupa.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.