Perseteruan Mengancam Ambisi Jepang Menjadi Raksasa Bola Basket Dunia

Selasa, 06 Mei 2025, 09:30 WIB

FUNABASHI, JEPANG- Jepang memiliki ambisi besar untuk menjadi kekuatan bola basket dunia, namun perselisihan yang melibatkan bintang NBA, Rui Hachimura, serta perbedaan visi mengenai arah liga domestik justru membuat impian itu terancam.

Dulu dianggap sebagai tim kecil di panggung internasional, Jepang kini telah membuktikan kemampuannya dengan lolos ke Olimpiade Paris 2024 dan bahkan menahan imbang Prancis yang akhirnya meraih medali perak, berkat kontribusi para pemain NBA, termasuk Hachimura dari Los Angeles Lakers.

Ket. Foto: Bintang NBA asal Jepang, Rui Hachimura. — Sumber: AFP

Di dalam negeri, Liga B. League terus berkembang pesat dengan rekor penonton dan pendapatan yang semakin tinggi. Dengan pembangunan arena baru dan ambisi untuk menjadi liga terbaik kedua di dunia setelah NBA, liga ini semakin menunjukkan taringnya.

Ketua B. League, Shinji Shimada, menjelaskan bahwa liga ini menawarkan kombinasi unik antara olahraga dan hiburan langsung yang menarik bagi penonton Jepang.

“Banyak orang yang pertama kali menonton pertandingan B. League bilang bahwa pertandingan ini lebih menarik daripada sepak bola atau bisbol, dan mereka ingin datang lagi,” ujar Shimada.

Shimada menambahkan bahwa B. League sudah mulai mengejar liga-liga besar Eropa dan Tiongkok dari sisi bisnis, dan kini mereka juga berusaha untuk mengejar kualitas permainan di lapangan.

Beberapa klub telah mendatangkan pemain dengan pengalaman NBA, seperti Alize Johnson yang pernah bermain dengan "Big Three" Brooklyn Nets—Kevin Durant, Kyrie Irving, dan James Harden.

Johnson, yang awalnya tidak tahu tentang B. League, kini merekomendasikan liga ini kepada pemain yang mencari tempat setelah keluar dari level elite. “Soal jaminan gaji dan gaya hidup, semuanya tertata rapi dan profesional. Pemain merasa nyaman karena tahu tidak ada hal mencurigakan yang terjadi,” kata Johnson.

Liga juga berinvestasi pada talenta lokal, salah satunya memulangkan Yuta Watanabe tahun lalu setelah enam musim di NBA. Watanabe, yang belum pernah bermain di Jepang sebelumnya, sempat terganggu cedera, namun kini sudah kembali menjelang babak play-off B. League.

Bersama Hachimura, Watanabe menjadi wajah utama tim nasional yang mencuri perhatian publik saat lolos ke Olimpiade Paris melalui Piala Dunia 2023 di Okinawa.

Namun, keberhasilan Jepang di Olimpiade itu tercoreng tiga bulan setelahnya, saat Hachimura mengancam untuk mundur dari timnas setelah menyerang Federasi Basket Jepang (JBA) secara terbuka. Pemain berusia 27 tahun ini, yang dianggap sebagai pemain terbaik Jepang, menuduh JBA lebih mementingkan keuntungan daripada kesejahteraan pemain.

Ia juga mengkritik pelatih kepala Tom Hovasse—pelatih asal Amerika yang sebelumnya sukses membawa tim putri Jepang meraih perak di Tokyo 2021—dengan mengatakan Hovasse “tidak berpengalaman di level dunia”.

Hachimura belum memastikan apakah ia akan kembali ke timnas, namun Watanabe berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik.

“Kalau dia sampai mengatakan itu di depan publik, pasti ada tekanan besar yang dia rasakan,” kata Watanabe. “Kurangnya komunikasi menjadi masalah utama, dan saya harap itu bisa diperbaiki.”

Watanabe juga khawatir masalah komunikasi ini dapat merusak persiapan B. League untuk bertransformasi menjadi B. League Premier pada musim 2026–2027. Liga berencana memperkenalkan sistem batas gaji (salary cap) serta meningkatkan jumlah pemain asing di lapangan dari dua menjadi tiga orang.

Rencana tersebut telah memicu ketegangan dengan asosiasi pemain, yang khawatir bahwa langkah ini akan mengurangi kesempatan pemain Jepang untuk bermain dan mengurangi penghasilan mereka.

Shimada menegaskan bahwa perubahan ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas permainan dan mengejar ketertinggalan antar tim agar pertandingan semakin menarik bagi penonton.

Di tengah periode penting ini, Watanabe meminta semua pihak untuk bekerja sama. “Saya khawatir jika liga ini disebut sebagai liga Jepang, tetapi di lapangan justru pemain Jepang sangat sedikit,” ujar Watanabe.

“Bagi penonton yang ingin menonton basket level tinggi mungkin tidak masalah, tetapi bagi mereka yang ingin mendukung pemain Jepang, akan ada jarak emosional yang tercipta.”

Watanabe berharap antusiasme fans yang terus meningkat tidak akan surut. “Banyak fans yang datang, tapi saya khawatir apakah itu akan berlanjut,” tutupnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.