Kekebalan Siber Dianggap Efektif Tekan Kemampuan Penjahat Dunia Maya
Selasa, 06 Mei 2025, 23:42 WIBJAKARTA - Sekitar 71 persen profesional keamanan siber dari Asia Pasifik menganggap Kekebalan Siber sebagai strategi efektif untuk menekan kemampuan penjahat dunia maya dalam menembus jaringan dan membahayakan sistem menurut hasil penelitian terbaru Kaspersky.
Kaspersky dalam siaran persnya pada Selasa (6/5) menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan peningkatan permintaan untuk mengembangkan sistem yang aman berdasarkan desain (secure by system) alih-alih hanya mengandalkan solusi keamanan siber tambahan.
Kekebalan Siber awalnya didefinisikan oleh Kaspersky sebagai konsep sistem TI dan OT yang aman berdasarkan desain, karena metodologi pengembangan dan persyaratan arsitektur tertentu, dan memiliki ketahanan bawaan terhadap serangan siber, sehingga meminimalkan biaya yang terkait dengan solusi keamanan eksternal.
Kaspersky melakukan survei pada 850 profesional keamanan siber dari Asia Pasifik, Timur Tengah, Turki dan Afrika, Eropa, Amerika, serta Rusia.
Salah satu fokus penelitiannya adalah mencari tahu seberapa familier responden dengan istilah Kekebalan Siber (Cyber Immunity) dan bagaimana mereka menilai potensi efektivitasnya dalam memberikan perlindungan terhadap ancaman siber
Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 85 persen global responden memahami istilah ini dan makna yang sebenarnya.
Tingkat familiaritas terhadap konsep Kekebalan Siber di Asia Pasifik hampir sama dengan di tingkat global, yaitu 84 persen.
Di antara mereka yang memahami istilah tersebut, hampir tiga per empat (73 persen) secara global menganggap Kekebalan Siber sebagai strategi yang sangat efektif untuk meminimalkan kemampuan penjahat siber yang mencoba menembus jaringan dan membahayakan sistem.
Sebanyak 35 persen responden percaya bahwa Kekebalan Siber dapat mencapai kedua hasil secara bersamaan.
"Sangat menggembirakan melihat para profesional keamanan siber di Asia Pasifik sangat memahami konsep Kekebalan Siber kami yang telah dipatenkan dan melihat nilai yang dibawanya ke kerangka kerja keamanan TI mereka," kata Direktur Pelaksana Kaspersky untuk Asia Pasifik ??Adrian Hia.
Adrian menyebut Kekebalan Siber sebagai inti penting strategi keamanan siber yang perlu diadopsi oleh organisasi seiring dengan integrasi teknologi baru seperti AI di kawasan ini Asia Pasifik. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Soal OTT KPK, Yudi Purnomo Harahap: Kepala Daerah Berisiko Ditangkap Jika Integritas Rendah
-
Indosat Gandeng Ericsson untuk Mengembangkan Platform Monetisasi Terdepan
-
Eduardo Camavinga Akhiri Musim Lebih Cepat Karena Alami Cedera Otot
-
Ketua Umum Kadin Dorong Pemerintah-Pelaku Usaha Wujudkan Industri Hijau
-
Catat Tanggalnya, Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi 18 Maret 2026
-
Hetifah Inisiasi Buka Bersama dan Diskusi Smart Journalism, Dorong Jurnalisme Berbasis Data dan AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.