Angkatan Kerja Tidak Terserap, Pengangguran Meningkat Jadi 7,28 Juta
Selasa, 06 Mei 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Indonesia pada Februari 2025 naik sekitar 83 ribu orang atau 1,11 persen dibandingkan Februari 2024. Meningkatnya jumlah pengangguran itu karena bertambahnya angkatan kerja sebanyak 3,67 juta orang, sehingga totalnya menjadi 153,05 juta orang pada Februari 2025.
Kepala BPS, Amelia Adininggar Widyasanti dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/5) mengatakan dari jumlah angkatan kerja tersebut tidak semua terserap di pasar kerja sehingga terdapat jumlah orang yang menganggur sebanyak 7,28 juta orang.
Ia pun menjelaskan bahwa angkatan kerja mencakup individu yang sudah bekerja maupun yang masih mencari pekerjaan atau menganggur.
Sementara itu penduduk yang bekerja per Februari 2025 juga mengalami peningkatan sebanyak 3,59 juta menjadi 145,77 juta orang. Mayoritas penambahan pekerja ini berada pada status pekerja penuh yang mencapai 96,48 juta orang atau bertambah 3,21 juta orang dibandingkan Februari tahun lalu, diikuti pekerja paruh waktu sebanyak 37,62 juta orang atau naik 820 ribu orang.
Sementara itu, fenomena setengah pengangguran menurun menjadi 11,67 juta orang.
Kemudian, BPS melaporkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) secara keseluruhan meningkat menjadi 70,60 persen. Jika dibedakan menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki masih lebih tinggi yakni 84,34 persen dibandingkan TPAK perempuan 56,70 persen.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) secara nasional menurun tipis menjadi 4,76 persen, tetapi TPT laki-laki justru mengalami kenaikan.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, sekaligus mencatatkan peningkatan jumlah pekerja tertinggi. Namun, proporsi pekerja informal justru mengalami kenaikan tipis menjadi 59,40 persen dari total pekerja.
Lebih lanjut disebutkan, pekerja dengan tingkat pendidikan rendah (SD ke bawah) masih mendominasi, meskipun proporsinya menurun dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya, proporsi pekerja dengan pendidikan Diploma IV ke atas meningkat.
BPS juga mencatat penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 216,79 juta orang pada Februari 2025, meningkat 2,79 juta orang dari Februari 2024. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja tercatat sebanyak 153,05 juta orang, bertambah 3,67 juta orang dalam setahun terakhir.
Investasi Padat Karya
Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, untuk mengatasi pengangguran satu satunya cara adalah meningkatkan investasi, terutama investasi padat karya karena menyerap banyak pekerja.
âKalau hanya sektor jasa apalagi teknologi tinggi tentu tidak banyak menyerap pekerja,âtegas Suhartoko.
Melemahnya industri pengolahan dalam lima tahun terakhir papar dia karena sektor jasa mengalami pertumbuhan yang sangat berarti karena dukungan perkembangan teknologi informasi.
âHal ini terjadi, karena pragmatisme investasi para pengusaha untuk mendapatkan laba lebih cepat dan relatif mudah di sektor jasa dalam jangka pendek,âungkap Suhartoko.
Sektor jasa yang berkembang umumnya dalam perdagangan dan pengiriman barang yang nilai tambahnya kecil dan kurang menyerap tenaga kerja.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Wamendag RI Dyah Roro Esti dan Ibu Negara Pakistan Bahas Peluang Kerja Sama Strategis
-
Bantu Ekonomi Warga, Program Padat Karya Jalan dan Jembatan Kemen PU 2025 Bakal Serap 43.628 Tenaga Kerja
-
Transportasi Lebaran 2026 Dipastikan Siap
-
LRT Gelar Layanan Edutour untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Naik Transportasi Publik
-
Strategi Sukses “Repackaging”
-
Turun Lagi! Nilai Tukar Petani NTT Februari 2026 Melemah ke 100,92
-
Jose Mourinho Tolak Reuni dengan Real Madrid
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.