- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB: Lebih dari 45.000 Ora...
PBB: Lebih dari 45.000 Orang Terdampak Banjir Bandang di Somalia Sejak Pertengahan April
Minggu, 04 Mei 2025, 16:00 WIBNAIROBI - Lebih dari 45.000 orang terkena dampak banjir bandang di Somalia sejak pertengahan April 2025, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sedikitnya empat orang tewas.
Tanduk Afrika merupakan salah satu wilayah yang paling rentan terhadap perubahan iklim, dan peristiwa cuaca ekstrem semakin sering terjadi dan semakin intens.
"Sejak 15 April, banjir bandang akibat hujan lebat hingga sedang di Somalia telah mempengaruhi lebih dari 45.000 orang dan menghanyutkan empat orang termasuk dua anak-anak dan seorang wanita," kata badan kemanusiaan PBB OCHA, dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 30 April.
Laporan tersebut memperingatkan bahwa banjir terjadi pada saat LSM -- yang sering kali menjadi responden garis depan -- "menghadapi pengurangan dana yang melumpuhkan yang telah sangat membatasi kemampuan mereka untuk merespons kebutuhan yang muncul".
Laporan itu merinci bahwa sekitar 6.000 orang mengungsi di wilayah Shabelle Tengah setelah Sungai Shabelle meluap pada tanggal 29 April.
Keluarga-keluarga mencari perlindungan di kamp-kamp darurat di dataran tinggi, katanya, tetapi mereka "menghadapi kekurangan makanan, air bersih, dan perawatan kesehatan yang parah".
"Banjir menyapu bersih rumah-rumah dan menggenangi tanaman, mengganggu mata pencaharian di salah satu wilayah pertanian terpenting di Somalia," OCHA mencatat.
Sehari sebelumnya, sekitar 9.500 orang juga mengungsi di Negara Bagian Galmudug bagian tengah setelah hujan ringan hingga sedang menyebabkan banjir bandang, katanya.
Banjir terjadi saat komunitas kemanusiaan internasional bergulat dengan keputusan Amerika Serikat yang membubarkan sebagian besar dana bantuan USAID.
"Saat ini, banyak organisasi kemanusiaan di wilayah-wilayah tempat banjir bandang terjadi terpaksa menghentikan, mengurangi, atau bahkan menutup program-program penting mereka," OCHA mencatat.
Somalia dilanda banjir besar pada tahun 2023. Lebih dari 100 orang tewas dan lebih dari satu juta orang mengungsi setelah banjir parah yang disebabkan oleh hujan deras yang terkait dengan pola cuaca El Nino.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
BI Percaya Diri, Inflasi 2026–2027 Tetap Jinak di Kisaran Target
-
Banjir Bandang Aceh Tengah Hantam Lagi, 2 Jembatan Ambruk dan Desa Terisolasi
-
Mobil Perpustakaan Keliling Hadir di CFD Bogor, Anak-Anak Langsung Antusias!
-
Tiket Kereta Final Piala Dunia Tembus 2,4 Juta Rupiah, Fans Sebut “Tidak Masuk Akal”
-
Dari Balik Jeruji Jadi Inspirasi: Produk WBP Lapas Gorontalo Ramaikan Bazar HBP ke-62
-
Presiden Prabowo Terbang ke Rusia, Agendakan Pertemuan Khusus dengan Vladimir Putin
-
Badan Pegal-pegal dan Otot Tak Seimbang? Ini 4 Kebiasaan yang Harus Anda Perbaiki
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.