Pangan Segar Diawasi Ketat, Tak Ada Celah untuk Nakal
Jumat, 02 Mei 2025, 00:00 WIBJAKARTA â Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat pengawasan pangan segar di tingkat daerah. Langkah tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional tahun anggaran 2025.
âKoordinasi yang solid antara pusat dan daerah adalah kunci menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Tanpa pelibatan aktif daerah sebagai pelaksana teknis, pengawasan tidak akan berjalan efektif,â kata Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan (PPSKMP) Bapanas, Hermawan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar secara daring bersama Dinas Urusan Pangan provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia, Rabu (30/4).
Hermawan menyampaikan capaian pada 2024 menjadi dasar penting dalam menyusun langkah strategis tahun ini. Tahun lalu, Bapanas melalui Direktorat PPSKMP berhasil merealisasikan menerbitkan 9.442 layanan perizinan, serta menguji 3.674 sampel pangan segar.
Sementara itu, Program PAS AMAN telah dijalankan di 64 lokasi dan berdampak positif terhadap kesadaran dan praktik keamanan pangan masyarakat. âKeberhasilan Program PAS AMAN membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dan berbasis wilayah efektif dalam memperkuat keamanan pangan di daerah. Ini akan terus kami dorong,â ujarnya.
Hermawan juga mengungkapkan Bapanas akan segera menerbitkan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan Program PAS AMAN dan pengawasan keamanan pangan sebagai pedoman daerah.
âTahun ini, kami mengalokasikan 7 miliar untuk mendukung pengawasan pangan rupiah terdiri dari 5 miliar rupiah dari pusat dan 2 miliar rupiah dana dekonsentrasi untuk 20 provinsi terpilih. Kami juga mendorong pemerintah daerah mengalokasikan APBD guna mendukung kesinambungan program, termasuk pembinaan registrasi pangan segar oleh pelaku usaha kecil,â pungkas Hermawan.
Dukung MBG
Pada 2025, pengawasan pangan segar juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Siang Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi pengambilan sampel pangan, pengawasan di lokasi pemasok, penerbitan sertifikat SPPB PSAT, serta pendataan pemasok yang telah memiliki izin edar.
Terkait hal tersebut, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menekankan aspek keamanan pangan produk pangan segar yang akan diolah merupakan aspek penting dalam proses penyiapan makanan dalam program MBG, untuk memastikan kelancaran salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini.
"Sinergi yang kuat antara pusat dan daerah dalam konteks pengawasan pangan segar sangat penting. Sebab kerapkali saya sampaikan bahwa, aspek keamanan pangan itu mutlak, karena bukan pangan kalau tidak aman," ujar Arief.
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Akselerasi Solusi Proteksi Syariah kepada Keluarga Indonesia, Generali Indonesia Hadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman dengan Manfaat yang Bertumbuh, Bertambah dan Berkah
-
Banyuwangi Layani Kesehatan Lansia Lewat Program Pelayanan Keliling
-
UEA Kirim 30 Ton Kurma Premium untuk Indonesia, Simbol Persaudaraan Ramadhan 1447 H
-
MBG Miliki Potensi Besar Dorong Ekonomi Rakyat
-
Cap Go Meh Singkawang Tampilkan 727 Tatung
-
MBG Ditegaskan Tak Ganggu Anggaran Pendidikan 2026
-
Pemkab Deli Serdang Gelar Safari Ramadhan Keliling Kecamatan, Fokus Pererat Silaturahmi dan Dengarkan Aspirasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.