Koalisi Baru Meta Tantang Dominasi Apple dan Google dalam Ekosistem Aplikasi Mobile

Jumat, 02 Mei 2025, 14:00 WIB

JAKARTA - Para pengembang aplikasi yang selama ini merasa dirugikan oleh kebijakan tertutup milik Apple dan Google kini memiliki pendukung baru. Meta bersama sejumlah perusahaan teknologi lainnya membentuk sebuah koalisi untuk menantang dominasi yang selama ini dibangun oleh kedua raksasa platform tersebut. Fokus awal dari koalisi ini adalah reformasi sistem verifikasi usia, namun mereka juga berencana menentang berbagai kebijakan lain yang dianggap membatasi inovasi dan kebebasan pengembang.

Meta, Spotify, Garmin, Match Group, dan beberapa perusahaan lain bergabung dalam sebuah kerja sama lobi bernama Coalition for a Competitive Mobile Experience. Menurut laporan Bloomberg, koalisi ini akan mendorong keadilan dalam pengelolaan platform aplikasi, dengan prioritas awal yaitu menuntut agar proses verifikasi usia pengguna dilakukan oleh toko aplikasi, bukan oleh masing-masing pengembang aplikasi. Mereka berpendapat bahwa tanggung jawab tersebut seharusnya ada di tangan operator platform seperti App Store dan Google Play.

Ket. Foto: — Sumber: techspot

Tuntutan ini tidak muncul begitu saja. Negara bagian Utah di Amerika Serikat telah lebih dahulu mengesahkan undang-undang yang mewajibkan toko aplikasi untuk melakukan verifikasi usia pengguna. Meta juga telah menyampaikan argumen ini kepada para legislator, dan kini koalisi mendukung upaya untuk mengesahkan peraturan serupa baik di tingkat negara bagian maupun federal. Sementara itu, Google menolak usulan ini dan menyebut Meta hanya mencoba mengalihkan tanggung jawab yang seharusnya mereka jalankan di bawah peraturan COPPA (Children’s Online Privacy Protection Act).

Namun misi koalisi ini tidak berhenti pada persoalan verifikasi usia semata. Mereka juga menuntut agar operator toko aplikasi bersikap adil terhadap produk perangkat lunak dan perangkat keras pesaing, tidak lagi mengutamakan produk milik sendiri, serta memberi kebebasan lebih bagi pengembang untuk mengarahkan pengguna ke opsi pembayaran alternatif di luar sistem toko aplikasi. Koalisi ini juga berencana mendukung tuntutan antimonopoli yang sedang diajukan oleh Departemen Kehakiman AS terhadap Apple dan Google.

Direktur koalisi, Brandon Kressin, seorang pengacara senior di bidang hukum antimonopoli, menyatakan bahwa keberadaan kelompok ini bertujuan untuk memperkuat suara para pengembang kecil yang selama ini kesulitan menyampaikan keberatannya secara individu. “Ada kekuatan dalam jumlah, terutama saat menghadapi perusahaan sebesar duopoli ini,” kata Kressin kepada Bloomberg.

Menariknya, pembentukan koalisi ini bertepatan dengan kekalahan Apple dalam kasus hukum melawan Epic Games. Seorang hakim federal memutuskan bahwa Apple tidak lagi boleh melarang pengembang mengarahkan pengguna ke sistem pembayaran eksternal, serta tidak bisa mengenakan biaya untuk pembelian yang dilakukan di luar App Store. Putusan ini mengguncang salah satu kebijakan paling ketat Apple dan memberikan dorongan tambahan bagi langkah koalisi.

Dengan tekanan yang semakin besar dari kalangan legislatif serta keputusan pengadilan yang mulai mengubah lanskap hukum, koalisi ini yakin bahwa tekanan kolektif lebih efektif dibandingkan keluhan individu dalam meruntuhkan model ekosistem tertutup yang selama ini dikuasai Apple dan Google. Meski keberhasilan mereka masih harus dibuktikan, dukungan bipartisan yang mulai terbentuk menunjukkan bahwa langkah-langkah koalisi ini sudah mulai menuai hasil.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.