Diplomasi Buntu, Perbatasan Memanas: Konflik India-Pakistan di Kashmir Semakin Mengkhawatirkan

Jumat, 02 Mei 2025, 15:42 WIB

SRINAGAR - Ketegangan antara India dan Pakistan kembali mencapai titik didih, dipicu oleh insiden pembantaian wisatawan di wilayah Kashmir yang disengketakan.

India menuding seorang pelaku pembantaian memiliki kewarganegaraan Pakistan, yang sontak memicu serangkaian kebijakan diplomatik balasan dari kedua negara.

Ket. Foto: Hubungan India-Pakistan sedang memanas. 1000 madrasah ditutup sampai situasi benar-benar kondusif. — Sumber: AFP/YDS

Kashmir, wilayah yang sebagian besar (sekitar dua pertiga) dikuasai India, dan sementara sepertiganya lagi dikelola Pakistan, kembali menjadi pusat konflik. Pasca tragedi pembantaian yang menewaskan puluhan wisatawan, India dan Pakistan saling melancarkan langkah-langkah yang memperburuk hubungan bilateral yang sudah lama renggang.

Kontak senjata dilaporkan terjadi di perbatasan Kashmir dalam beberapa hari terakhir, dan kedua negara mengambil langkah drastis dengan menutup perbatasan, serta meminta warga negara masing-masing untuk meninggalkan wilayah mereka.

Pakistan mengambil langkah lebih jauh dengan mengumumkan penghentian Perjanjian Simla 1972 hingga India menghentikan semua tuduhan terkait "terorisme di Pakistan." Perjanjian Simla, yang ditandatangani pasca perang 1971, merupakan kerangka kerja penting untuk hubungan damai dan menetapkan Garis Kontrol (Line of Control/LoC) di Kashmir.

Eskalasi konflik juga merambah wilayah udara. Pakistan menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan India sejak 24 April 2025. Tak lama berselang, India kemudian mengambil tindakan serupa pada Rabu malam, dengan larangan yang dijadwalkan berlaku hingga 23 Mei 2025.

Pemberitahuan yang dikeluarkan untuk operator penerbangan menyatakan bahwa wilayah udara India tidak dapat diakses oleh pesawat Pakistan yang terdaftar maupun disewa, termasuk penerbangan militer.

Perdana Menteri India Narendra Modi merespons situasi ini dengan memberikan kebebasan operasional penuh kepada pihak militer untuk menanggapi apa yang disebutnya sebagai "serangan Pakistan."

Keputusan ini diambil dalam pertemuan tertutup pada Selasa (29/4), mengindikasikan potensi respons militer yang lebih tegas dari India.

Sementara itu, pemerintah Pakistan dengan tegas membantah keterlibatan dalam penembakan yang menewaskan 26 wisatawan India dan Nepal di Kashmir. Mereka berjanji akan menanggapi setiap tindakan agresi dengan respons yang "tegas."

Sebagai langkah antisipasi di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, pihak berwenang meliburkan lebih dari 1.000 madrasah pada Kamis (1/5/2025), menyusul kekhawatiran akan kemungkinan aksi militer balasan dari India.

"Kami mengumumkan seluruh madrasah di Kashmir libur 10 hari," ujar kepala departemen urusan agama setempat, Hafiz Nazeer Ahmed, seperti dikutip dari AFP. Sumber kementerian setempat mengungkapkan bahwa keputusan meliburkan sekolah diambil karena meningkatnya ketegangan di perbatasan dan potensi konflik bersenjata.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.