- Home
-
- Megapolitan
-
- Mitigasi Bencana, Wali Kot...
Mitigasi Bencana, Wali Kota Bogor Tekankan Warga Harus ‘Siap untuk Selamat’
Rabu, 30 Apr 2025, 17:55 WIBBOGORÂ - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Hal ini disampaikannya dalam apel Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Kresna, Kota Bogor, Selasa (29/4).
Dedie Rachim menekankan bahwa HKB bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran dan semangat âSiap untuk Selamatâ yang harus tertanam dalam setiap warga negara, khususnya warga Kota Bogor yang memiliki tingkat risiko bencana cukup tinggi.
âKesiapsiagaan bukan pilihan, tapi keharusan. Bencana bisa datang kapan saja tanpa peringatan. Karena itu setiap keluarga harus punya rencana, tahu titik kumpul, tahu proses evakuasi, dan menyiapkan tas bencana,â ujar Dedie Rachim.
Ia menjelaskan, bahwa Kota Bogor setiap tahun menghadapi lebih dari seribu kejadian bencana, seperti banjir lintasan, longsor, tanah bergerak, puting beliung, pohon tumbang, kebakaran, hingga gempa bumi.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam membangun kota yang tangguh terhadap risiko bencana.
Untuk itu, Wali Kota Bogor mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih waspada dan aktif mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana mulai dari menyiapkan tas darurat bencan, mengetahui titik kumpul dan titik evakuasi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan yang terjadi bencana.
âKetika semua elemen bersinergi dan punya pemahaman yang sama, maka jika bencana benar-benar terjadi, kita bisa bertindak lebih sigap dan tepat,â papar dia.
Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Jakarta, Desiana, turut mengapresiasi kesiapsiagaan Kota Bogor dan berharap kesadaran masyarakat terus meningkat.
âSemoga warga Bogor makin tangguh dan siap selamat. Kesiapsiagaan harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga dan lingkungan. Bersama BPBD, kita akan terus mendorong edukasi kesiapsiagaan masyarakat untuk meminimalkan risiko korban,â ungkap Desiana.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan simulasi penanganan bencana dengan melibatkan unsur pemerintah dan berbagai instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Praja Muda Karana (Pramuka).
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam penanggulangan bencana secara terpadu. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
AS Mulai Kerahkan B-52 untuk Membombardir Target-target Militer Iran
-
Pemkot Bogor Berkomitmen Akhiri Era Buang Sampah di Lahan Terbuka Tanpa Diolah
-
PAM Jaya Bagikan Toren Gratis bagi Warga Koja untuk Jaga Ketersediaan Air
-
386 Calon Haji Padang Masuk Asrama Haji pada 23 April 2026
-
Liga Champions: Barcelona Pesta Gol, Kalahkan Newcastle 7-2 dan Melaju ke Perempat Final
-
Serie A: Inter Kian Dekat ke Scudetto Usai Bungkam Cagliari, Como Terpeleset
-
Mengolah Sampah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi dengan Pirolisis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.