Wamenkop Tenangkan Suasana: Gangguan ke Kopdes Bukan Masalah Besar

Selasa, 29 Apr 2025, 17:06 WIB

DENPASAR - Masyarakat diminta tidak mengkhawatirkan adanya orang-orang yang mengganggu jalannya Koperasi Desa Merah Putih.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono di Denpasar, Selasa (29/4), merespons ketakutan masyarakat Bali jika hadirnya koperasi mengganggu aktor-aktor yang bermain dalam rantai pasok produk atau perekonomian di desa.

Ket. Foto: Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono bahas aktor yang mengganggu Koperasi Desa Merah Putih di Denpasar, Selasa (29/4/2025). — Sumber: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

“Bahwa ada kekhawatiran aktor-aktor non-negara yang selama ini menguasai praktik-praktik seperti itu (monopoli) marah, mengganggu, mengancam, menurut saya, sekarang justru Presiden ingin negara hadir lagi,” kata dia.

Ferry menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih bertujuan untuk mengatasi panjangnya rantai distribusi, dominasi tengkulak, memutus rantai rentenir dan pinjaman online ilegal, serta masalah keterbatasan permodalan.

Masyarakat kemudian takut bisnis aktor tertentu terganggu dan berisiko bagi warga, sehingga berharap ketika koperasi hadir masyarakat desa dijaga.

Wamenkop menegaskan bahwa pemerintah di sini justru sedang hadir dengan menata biaya dan perekonomian di desa.

“Koperasi ini untuk mengatur pasar, mengatur lagi tata biaya karena tanpa kehadiran negara, aktor-aktor yang bukan negara itulah yang mengatur dan membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih sulit,” ujarnya.

Ferry memastikan bahwa negara lebih kuat dari aktor-aktor yang ingin memonopoli perekonomian di desa, terbukti dari sejumlah isu nasional seperti mampunya negara melakukan pembongkaran pagar laut di Tangerang dekat proyek PIK 2.

“Jadi negara sekarang akan hadir lagi untuk mengatur sisi perekonomian yang bisa memberikan rasa aman dan keadilan bagi rakyat,” kata dia.

Oleh karena itu Kementerian Koperasi mendorong percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dengan target 80.000 koperasi se desa/kelurahan di Indonesia.

Selanjutnya masyarakat diminta menggelar musyawarah desa untuk menentukan model pembentukan koperasi dan bisnis usaha yang hendak dijalankan sesuai potensi wilayah.

  • Koperasi Merah Putih

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.