Rosan: Waktunya Ekonomi Syariah Jadi Pemain Utama

Selasa, 29 Apr 2025, 16:19 WIB

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan P Roeslani memandang, pengembangan ekonomi syariah (eksyar) di Indonesia harus dipercepat sehingga dapat semakin berkontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.

“We are heading on the right direction, tetapi kadang-kadang speed-nya saja kita harus akselerasi, sehingga peran dari ekonomi syariah ini bisa menjadi lebih besar (terhadap pertumbuhan ekonomi nasional),” kata Rosan dalam acara BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2025 di Jakarta, Selasa (29/4).

Ket. Foto: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan P Roeslani dalam acara BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2025 di Jakarta, Selasa (29/4/2025). — Sumber: ANTARA/Rizka Khaerunnisa

Pada kesempatan ini, Rosan mengapresiasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang konsisten menyelenggarakan GIFS sehingga memberikan dampak yang positif untuk perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Ia menilai, peran BSI sangat besar dan signifikan terhadap ekonomi syariah nasional dengan kontribusi BSI sebesar 50 persen dari total bisnis perbankan syariah di Indonesia.

Di sisi lain, saat ini pangsa pasar perbankan syariah baru hampir 9 persen dari total industri perbankan, sehingga potensi pertumbuhannya masih sangat besar.

“Kalau kita lihat memang itu sangat-sangat kecil, jika dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang 87 persennya itu orang muslim. Jadi, tentunya harapan kita ke depan seluruh perbankan syariah dan terutama BSI, bisa terus meningkatkan pangsa pasarnya. Di saat bersamaan bisa membantu financial inclusion yang saat ini baru 12,7 persen,” kata dia.

Rosan menjelaskan, saat ini struktur produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih didominasi oleh konsumsi domestik dengan persentase sekitar 53-54 persen dan diikuti oleh investasi dengan kontribusi sekitar 29 persen.

Ia berharap, peran ekonomi syariah semakin dalam sehingga mendukung PDB Indonesia dari sisi konsumsi maupun investasi. Apalagi, Rosan mengingatkan, Presiden RI Prabowo Subianto telah mencanangkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.

Pada tahun ini, ujar Rosan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan sedikit berada di atas 5 persen yakni antara 5,2 persen hingga 5,3 persen. Menurutnya, proyeksi ini sejalan dengan prakiraan dari lembaga-lembaga dunia seperti Bank Dunia dan OECD.

Walaupun saat ini tensi geopolitik dan ekonomi global semakin meningkat, Rosan menyampaikan bahwa pengaruh kondisi ini bagi Indonesia tidak akan besar mengingat ekspor hanya menyimbang sekitar 2 persen dari total pertumbuhan perekonomian nasional. Meski dampaknya kecil, Indonesia tetap harus waspada terhadap berbagai risiko global.

“Harapannya kita bisa membuat (peran) ekonomi syariah ini lebih dalam, baik dari segi pasar modal maupun institusi syariah lainnya seperti perbankan, asuransi, pasar modal fixed income, maupun produk lainnya. Saya meyakini, dengan kolaborasi dan sinergi bersama dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pihak lainnya, peran dari ekonomi syariah ini akan menjadi semakin besar,” kata Rosan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.