PLN Maksimalkan Bendungan Perkuat Bauran Energi Terbarukan di Lombok, NTB

Selasa, 29 Apr 2025, 13:55 WIB

MATARAM - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memanfaatkan dan memaksimalkan bendungan Pandanduri di Kabupaten Lombok Timur, untuk meningkatkan bauran energi terbarukan pada sistem kelistrikan di Pulau Lombok.

General Manager PLN UIW NTB Sudjarwo mengatakan bahwa langkah ini sebagai upaya PLN mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060 dan NZE NTB tahun 2050.

Ket. Foto: Power house pembangkit listrik tenaga minihidro Pandanduri di Kabupaten Lombok Timur, NTB. — Sumber: antara foto

“Pemanfaatan bendungan ini sebagai salah satu langkah kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah dan pengembang energi baru terbarukan (EBT) untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal,” kata Sudjarwo di Mataram, Selasa (29/4).

Komitmen tersebut diwujudkan dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) Pandanduri berkapasitas 2 x 290 kilowatt (KW) yang saat ini tengah memasuki tahap akhir konstruksi. “Hingga akhir April 2025, progres pembangunan PLTMH Pandanduri telah mencapai 97 persen,” ujarnya.

Dia mengatakan proyek yang dibangun PT Brantas Energi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi dan memperbesar kontribusi energi bersih di Lombok.

Penandatanganan peresmian proyek pembangunan PLTMH Pandanduri secara resmi dilakukan General Manager PLN UIW NTB Sudjarwo.

Dari hasil kunjungan ke lokasi proyek, Sudjarwo menegaskan pentingnya peran PLTMH Pandanduri dalam menambah kapasitas energi hijau di NTB. “Ini bukan sekadar proyek pembangkitan, tetapi investasi untuk masa depan NTB yang lebih bersih, lebih mandiri, dan lebih berkelanjutan,” ucap dia.

Saat ini, sistem kelistrikan Lombok memiliki kapasitas pembangkit EBT sekitar 38 megawatt (MW) atau sekitar 8,02 persen dari total kapasitas sistem, yang sebagian besar berasal dari Independent Power Producer (IPP) atau pengembang swasta.

Dengan tambahan kapasitas sebesar 580 KW dari PLTMH Pandanduri, bauran energi terbarukan Lombok akan semakin meningkat, sekaligus memperluas pasokan listrik ramah lingkungan untuk masyarakat di sekitar wilayah Pandanduri.

Dalam infografis kelistrikan NTB, tercatat bahwa bauran energi terbarukan di Lombok terdiri dari tenaga surya, tenaga bayu, dan tenaga air.

Tenaga surya berkontribusi 17 MW melalui PLTS, tenaga bayu sebesar 21 MW melalui PLTB di Lombok Timur, dan pembangkit tenaga air yang kini terus bertambah seiring pembangunan PLTMH Pandanduri. Sementara itu, PLN juga terus mengoptimalkan co-firing biomassa di PLTU sebagai bagian dari transisi energi.

PLN UIW NTB berkomitmen memperkuat kolaborasi multipihak untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek EBT di berbagai wilayah NTB.

Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan sektor swasta, tetapi juga Pemerintah Daerah dalam penyediaan lahan, perizinan, dan dukungan lainnya untuk mempercepat proses pembangunan pembangkit EBT. Oleh karena itu, Sudjarwo melihat pencapaian NZE harus menjadi perhatian utama.

“Setiap kilowatt energi bersih yang dihasilkan hari ini adalah langkah untuk menuju masa depan yang lebih baik demi generasi mendatang. PLN NTB akan terus hadir di garis depan dalam transisi energi ini,” katanya.

Dengan kehadiran PLTMH Pandanduri dan berbagai inisiatif lain, PLN UIW NTB optimistis target bauran energi terbarukan di NTB dapat terus meningkat secara progresif. Hal ini sekaligus mempertegas peran NTB sebagai salah satu provinsi percontohan pengembangan energi hijau di Indonesia.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.