Pemerataan Program MBG untuk Kaum Difabel

Selasa, 29 Apr 2025, 01:10 WIB

TANGERANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sekolah Khusus penyandang disabilitas di wilayah Tangerang Raya, Banten, harus merata. “Kami akan memastikan pemerataan program MBG kaum difabel Tangerang,” tutur Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung), Reda Manthovani. Senin.

Dia akan bekerja sama dengan swasta seperti Grab, OVO, Yayasan, dan kota/kabupatenTangerang Raya. Mereka membatu dan meninjau program MBG untuk teman-teman disabilitas. Dia mengatakan ini saat meninjau MBG di Sekolah Khusus Mustika, Tigaraksa, Senin.

Ket. Foto: Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) Reda Manthovani saat meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Khusus SKH) Disabilitas Mustika, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. — Sumber: ANTARA/Azmi Samsul Maarif

Reda mengungkapkan, dari hasil peninjauan di beberapa sekolah khusus disabilitas Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang, umumnya telah berjalan dengan baik dan sesuai pedoman program MBG.

Komposisi makanan yang diberikan kepada siswa/siswi khusus disabilitas sudah disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sebab tidak sebarangan memberikan makanan kepada anak disabilitas. Contoh, ada tujuh anak yang harus mengurangi garam. Maka, makanannya tidak boleh banyak garam atau gula.

Reda menyampaikan, untuk pelaksanaan program MBG bagi sekolah khusus disabilitas akan terus dimonitor secara rutin oleh Yayasan dan Pemda setempat baik dari sisi dapur, komposisi menu makan, maupun kadar gizinya.

“Ini untuk menghindari adanya makanan yang tidak sesuai. Jangan sampai sembarangan. Jadi tetap akan ada pengawasan secara berkala oleh pengelola,” ujarnya.

Tokoh nasional penggerak disabilitas tersebut menambahkan,untuk memastikan pemerataan kualitas MBG untuk anak disabilitas, dia mendorong Dinas Kesehatan untuk rutin mengawasi.

Mereka juga diharapkan memberikan arahan kepada pengelola dapur agar makanan yang disajikan memenuhi syarat dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Jadi, nanti perlu dedikasi Pemda agar turun langsung melakukan pengawasan,” pungkas Reda Manthovani.

Sementara itu, Tim Sosialisasi Program MBG dari Komisi IX DPR bersama BGN hadir di Kota Serang Banten untuk memperluas implementasi program. Anggota Komisi IX DPR, Tubagus Haerul Jaman, mengatakan kegiatan sosialisasi MBG ini diikuti 300 peserta. Sosialisasi digelar di SMKN 2 Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. “Peserta sosialisasi Program MBG cukup antusias,” katanya.

  • Difabel
  • Makan Bergizi Gratis (MBG)

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.