Airlangga: Korsel Siap Tambah Investasi US$1,7 Miliar di RI
Selasa, 29 Apr 2025, 01:00 WIBJakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana sejumlah pengusaha asal Korea Selatan (Korsel) untuk menambah nilai investasi 1,7 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara 30 triliun rupiah di Indonesia.
Airlangga, usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan 19 grup perusahaan Korsel, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/4), menyebut bahwa angka itu menambah realisasi investasi Korsel yang sebelumnya tercatat 15,4 miliar dollar AS atau setara 269 triliun rupiah.
"Jumlah investasi yang dilakukan oleh 19 perusahaan tersebut, antara lain ini totalnya adalah hampir 15,4 miliar dollar AS. Dan di samping itu, mereka akan ada rencana tambahan 1,7 miliar dollar AS," katanya pula.
Seperti dikutip dari Antara, beberapa perusahaan yang dimaksud, antara lain Lotte Chemicals, yang tengah mempersiapkan peresmian pabrik petrokimia besar di Indonesia pada September atau Oktober mendatang.
Presiden Prabowo, kata Airlangga, juga telah memberikan persetujuan prinsip atas tawaran Lotte untuk melibatkan Indonesia sebagai mitra partisipasi melalui BUMN Danantara.
Selain itu, KB Financial yang mengelola Bank Bukopin melaporkan kondisi perusahaan yang kini sudah berbalik untung setelah empat tahun masa pemulihan.
Menurut Airlangga, Hyundai Motor, POSCO yang bekerja sama dengan Krakatau Steel, hingga Ecopro yang berinvestasi di Morowali untuk produksi katoda dan smelter nikel, juga menunjukkan perkembangan positif.
Tak hanya itu, Airlangga juga menyebut KCC Glass yang sudah beroperasi di Batang, juga berencana melakukan ekspansi dan mengajukan permintaan terkait penyesuaian harga gas bumi domestik.
Sementara LX International, Songshan (produsen amunisi), hingga SK Plasma yang membangun pabrik plasma konvalesen di Cikarang, juga terus memperluas investasinya di Indonesia, kata Airlangga menambahkan.
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah menyambut baik rencana perluasan investasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat industri nasional dan membuka lapangan kerja baru.
Mitra Strategis
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan total investasi Korsel hingga 2023 mencapai 15,4 miliar dollar AS. Kemudian pada 2024, mencatatkan rekor tertinggi hingga 2,98 miliar dollar AS.
"Ini adalah bentuk kepercayaan, keyakinan bahwa Indonesia bukan hanya tujuan investasi, tetapi juga mitra strategis untuk pertumbuhan jangka panjang," ujar Shinta dalam Korea-Indonesia Business Roundtable di Jakarta, Senin.
Shinta mengatakan kedua negara juga mendirikan Korea-Indonesia Business Council. Dewan ini akan menjadi kekuatan multi-stakeholder, menghimpun perusahaan besar, asosiasi sektor dan champion investasi dari kedua negara.
"Apindo memfasilitasi business matching yang terstruktur, merencanakan co-investment, dan mendorong joint venture di industri hilir, infrastruktur, energi terbarukan, manufaktur dan lainnya," kata Shinta.
Lebih lanjut, kata Shinta, dalam pertemuan ini, Apindo menyoroti kolaborasi yang lebih kuat melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk kemitraan strategis, khususnya pada hilirisasi industri dan EBT.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Anomali Cuaca, BMKG Ingatkan Hujan di Musim Kemarau Berdampak Ganda Bagi Sektor Pertanian
-
Presiden Minta SDM RI Siap Bersaing Global
-
Dosen Teknik Mesin UGM Menyatakan Indonesia Berpeluang Mewujudkan Mobil Nasional
-
Lawatan Presiden Prabowo ke Abu Dhabi Pertegas Posisi Indonesia dalam Peta Kemitraan Global
-
Yoon Mulai Jalani Masa Tahanan
-
PLN Tancap Gas! Tujuh Lokasi PLTSa Disulap Jadi Proyek Percontohan Nasional
-
Trump Restui Rencana Perdamaian 28 Poin untuk Akhiri Perang Russia–Ukraina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.