- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Mulai Ragukan Keseri...
Trump Mulai Ragukan Keseriusan Putin Akhiri Perang di Ukraina
Senin, 28 Apr 2025, 02:10 WIBJAKARTA - Di sela-sela menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan, dua pemimpin yaitu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menggelar pertemuan singkat sekitar 15 menit. Pertemuan tersebut oleh Gedung Putih dinlai sangat produktif, sementara Zelenskyy menyebutnya sebagai pertemuan yang bersejarah.Â
Peneliti Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID) Jakarta, Nazar el Mahfudzi, menilai pertemuan antara Donald Trump dan Volodymyr Zelensky di sela-sela pemakaman Paus Fransiskus sebagai peristiwa yang memiliki implikasi serius terhadap dinamika hubungan Ukraina dan Russia, serta stabilitas global ke depan.
Menurut Nazar, pertemuan itu memperlihatkan bahwa Ukraina tetap menjadi isu strategis dalam percaturan kekuatan dunia, terutama di tengah ketidakpastian politik dalam negeri Amerika Serikat.
âPertemuan ini menunjukkan bahwa konflik Ukraina belum kehilangan relevansi strategisnya, bahkan di tengah perubahan kepemimpinan di Barat. Ukraina akan terus menjadi medan tarik-menarik pengaruh antara kekuatan besar,â katanya.
Dalam konteks global, lanjut Nazar, ketegangan Ukraina-Russia tidak hanya berdampak pada sektor militer, tetapi juga mengganggu jalur pasokan pangan, energi, dan stabilitas keuangan dunia.
âPerang yang berlarut-larut memicu inflasi global, memperburuk krisis energi, serta menciptakan instabilitas di kawasan Eropa Timur yang berdampak domino ke ekonomi dunia,â tegasnya.
Bagi Indonesia, Nazar mengingatkan bahwa ketegangan itu harus menjadi perhatian strategis, terutama terkait ketahanan pangan dan energi nasional.
âIndonesia harus membaca bahwa fluktuasi harga komoditas dunia, risiko pelemahan mata uang, hingga ancaman resesi global banyak dipicu oleh konflik seperti ini. Diplomasi Indonesia perlu memperkuat jaringan pasokan alternatif dan diversifikasi mitra strategis,â katanya.
Indonesia tambahnya harus cermat dalam mengambil posisi di forum internasional. âStabilitas dunia bukan sekadar isu kawasan, melainkan langsung berdampak pada kehidupan ekonomi rakyat. Indonesia harus aktif mendorong perdamaian, tanpa terseret ke dalam polarisasi blok besar,â kata Nazar.
Dikenakan Sanksi Berbeda
Selang sehari setelah pertemuan tersebut, Trump seperti dikutip dari New York Times, menyatakan keraguannya terhadap keseriusan Presiden Russia, Vladimir Putin dalam mengakhiri perang di Ukraina.
Melalui media sosial Truth Social, Trump menulis, âMungkin dia [Putin] tidak ingin menghentikan perang, dia hanya mempermainkan saya, dan harus ditangani secara berbeda, melalui Perbankan atau Sanksi Sekunder'? Terlalu banyak orang yang mati!!!" ? sebut Trump.Â
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Luar Biasa, Tundukkan Pegula, Sabalenka 4 Kali Berturut-turut Capai Final US Open
-
Trump Minta Eropa Lepaskan Cadangan Solar untuk Atasi Kelangkaan
-
Marshall Emberton III Hadir dalam Warna Vivid Brown, Bawa Suara 360° dan Baterai hingga 32 Jam
-
Trump Umumkan Kesepakatan dengan Greenland, AS Dapat Hak Permanen Atas Keamanan Pulau
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
-
DPR AS Tolak Resolusi Pemakzulan Terhadap Presiden Trump
-
Evakuasi Mencekam 69 Korban KM Virgo Transport 8, Pelindo Trisakti Disiagakan Tanggap Darurat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.