- Home
-
- Luar Negeri
-
- Intel akan Fokus Pada Tekn...
Intel akan Fokus Pada Teknologi ‘AI’
Senin, 28 Apr 2025, 14:45 WIBJAKARTA - Perusahaan teknologi Intel mengonfirmasi rencana restrukturisasi, termasuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah yang belum ditentukan, dimulai pada kuartal kedua tahun ini dan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam sebuah memo, CEO Intel Lip-Bu Tan tidak merinci skala pengurangan tenaga kerja ini, namun menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk memangkas "birokrasi yang tidak perlu" dan merampingkan lapisan manajemen menengah, sebagaimana dilansir dari Engadget pada Senin (28/4).
âSaya percaya bahwa pemimpin terbaik adalah mereka yang mencapai hasil maksimal dengan jumlah orang seminimal mungkin. Kami akan menerapkan pola pikir ini di seluruh perusahaan, termasuk memberi kewenangan lebih kepada talenta terbaik kami untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas prioritas utama,â kata Tan.
Dilaporkan sekitar 20 persen dari 108.900 karyawan perusahaan bisa terkena dampak dari restrukturisasi ini.
Sebelumnya, Intel telah beberapa kali melakukan pemangkasan tenaga kerja dalam beberapa tahun terakhir. Pada Agustus lalu, perusahaan mengumumkan PHK kepada lebih dari 15.000 pekerjaan sebagai upaya penghematan biaya.
Penurunan penjualan yang terjadi, sebagian besar karena keterlambatan Intel dalam mengikuti tren industri yang mengadopsi kecerdasan buatan (AI), menjadi salah satu penyebab utama restrukturisasi ini.
Ke depan, AI akan menjadi fokus utama Intel. Dalam laporan kepada investor, Tan menegaskan bahwa perusahaan akan membangun produk-produk kompetitif yang memenuhi kebutuhan era baru komputasi berbasis agen AI dan model penalaran (reasoning).
"Kami mengambil pendekatan holistik untuk mendefinisikan ulang portofolio kami agar produk-produk kami optimal untuk beban kerja AI yang baru dan berkembang," ujar Tan.
Tan juga ingin mempercepat inovasi dengan mengubah Intel menjadi perusahaan yang berpusat pada rekayasa teknik. Ia menargetkan untuk mengurangi proses birokrasi yang membebani produktivitas tenaga ahli perusahaan, serta memangkas biaya operasional sebesar 1,5 miliar dolar AS dalam dua tahun ke depan.
Biaya yang dihemat akan dialihkan untuk investasi pada tenaga ahli dan peta jalan teknologi perusahaan.
Sebagai bagian dari efisiensi, Tan meminta para manajer mengurangi jumlah rapat yang tidak perlu dan membatasi peserta rapat. Intel juga memperluas kebijakan kembali ke kantor dengan mewajibkan karyawan bekerja di kantor empat hari dalam seminggu, naik dari sebelumnya tiga hari, mulai September mendatang.
Dalam visinya, Tan berharap bisa mengembalikan kejayaan Intel.
"Intel pernah dikenal sebagai perusahaan paling inovatif di dunia. Tidak ada alasan kita tidak bisa kembali ke sana, selama kita berani melakukan perubahan yang diperlukan," imbuh dia. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
340 Ribu Orang Menggunakan Kereta Api Selama Libur Panjang Paskah
-
Jalan Poros Yasin Limpo Gowa Mulai Diperbaiki
-
AI Sebagai "Penyebab Munculnya" Celah Keamanan Siber
-
Dari Gas Alam Cair ke Batu Bara, Cara Jepang Jaga Stabilitas Energi
-
Satpol PP Pontianak tertibkan PKL di Waterfront
-
Pemakaman Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar di Bandung
-
Antisipasi Kemarau Panjang El Nino, Petani Dilarang untuk Membakar Lahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.